Desahan Enak

Berbagi ceita dewasa dan juga cerita mengenai kenikmatan dunia.

Wednesday, January 31, 2018

Desahan Enak





Cerita Sex -  Warung remang-remang yang menjual minuman keras itu , terletak jauh dari keramaian di pinggir kota . Warung itu selalu buka dan hampir tak pernah tutup . Hampir seluruh pengunjungnya adalah laki-laki pemabuk, preman, bandit , rampok , pembuat onar. Tempat itu menjadi sarang penjahat .

Sejumlah preman terlihat sedang asik minum-minum. Empat dari mereka bermain kartu remi yang sudah lusuh . dan yang lima lainnya sedang berbicara dengan Rony. Mereka sedang merencanakan perampokan terhadap toko emas di kota

Setelah berbicara cukup lama , Rony menyalakan Rokoknya , lalu berjalan ke luar warung . Matanya menerawang jauh , menatap jalan kecil yang mulai gelap itu . Sampai matanya agak memicing , karena silau , tersorot lampu mobil .

Suzuki Carry itu tepat berhenti di samping Rony . Perlahan kaca gelap mobil itu terbuka , dan terlihat sosok gadis muda . “ malam pak , numpang tanya , perumahan cemara indah , dimana pak..” suara gadis itu begitu lembut , membuat birahi Rony jadi bangkit .

Rony menatap gadis itu , dia tersenyum , di otaknya mencari cara , untuk memperdaya gadis itu .

“ sebenarnya bisa lewat jalan ini terus lurus , tapi jalan di depan ada galian kabel , jadi harus muter , terus lewat gang kecil di sebelah sana..” kata ronny membohonginya .

“ Oh , lewat jalan gang .. yang mana yah pak..” kata gadis itu lagi . “ wah jalannya sempit dan rusak , terus agak belok belok..” kata Rony lagi .

Gadis itu diam , sepertinya binggung . “ begini saja , biar saya antar , saya naik motor , nanti kamu ikuti motor saya ..” kata Rony .

Gadis itu tersenyum , “ wah , terima kasih , jadi repotin bapak saja nih..” .

Rony tersenyum , jantungnya berdetak lebih cepat , rencananya sudah makin mendekati ke mangsanya . Rony tersenyum lagi lalu berkata “ tidak apa apa koq , tapi saya mau makan dulu yah.. di warung dalam sana .. kamu tunggu saja sebentar..” .

Rony berencana , untuk mengepungnya bersama teman temannya dan membawanya masuk ke warung itu .

Tapi di luar dugaan Rony , gadis itu malah turun dari mobil suzuki carry itu. “ eh pak , saya juga agak haus .. saya ingin minum juga..” katanya .

Itu langkah yang salah , gadis itu tak menyadari banyak serigala lapar di dalam sana
Rony tersenyum sekali lagi , dan menatap gadis itu . Yang berpakaian seksi dan sensual. Dia mengenakan gaun pesta . Bagian dadanya lumayan rendah membuat belahan dadanya agak terlihat .

Buah dada gadis itu tidak besar, tapi padat dan bulat, dan tetap mengacung walaupun ia tidak mengenakan BH sekalipun. Pantatnya juga terlihat bulat di tutupi oleh gaun pesta itu.

Panjang gaun malam itu hanya sampai sepuluh senti di atas lutut , membuat kakinya yang panjang terlihat jelas, halus, putih mulus. Karena ketatnya gaun yang ia pakai, gadis itu berjalan perlahan, masuk ke dalam warung itu. Rambutnya yang berwarna kecoklatan jatuh tergerai di punggungnya.

Setelah gadis itu berada di dalam warung itu , Dia tidak yakin apakah memang tempat ini yang baik , setelah matanya melihat keadaan di sekelilingnya. Ia sendiri harus bertanya beberapa kali kenapa bisa sampai ke tempat ini.

Gadis itu mulai grogi , dia terus dekat Rony yang asik melahap mie instan rebus , lalu memutuskan untuk memesan teh botol dan sambil berdiri menunggu sebentar.

Keempat orang yang sedang bermain kartu remi memandanginya dengan mata melotot penuh nafsu birahi .Gadis itu sendiri merasa merinding ketika matanya menatap mata mereka. Mereka menjilati bibir mereka setiap kali mata Selly beradu pandang dengan mereka. Tak lama , suasana semakin memanas .

“ pak , ayo tolong antarkan saya.” kata gadis itu pada Romy . Rony tersenyum “ sabar yah , oh iyah nama kamu siapa sih ” . Gadis itu tak menjawab . Tapi Rony bertanya lagi “ eh , nama kamu siapa ?” . “ Linda “ jawabnya singkat.

“ Oh nama eloe bagus juga , “ kata Rony . Linda berkata lagi “ ayo pak , nanti saya bayar ongkosnya , tolong bapak antar saya sekarang “ .

Rony tersenyum sinis , lalu tangannya hinggap di pantat Linda dan merabanya . Gadis itu tersendak “ eh.. jangan kurang ajar yah..” katanya . Rony tersenyum menyeringai “ he he he baru gitu aja eleo udah marah , gimana kalo gua entot loe..” .

Nada bicara Rony berubah , yang tadinya lembut ,sekarang jadi kasar . Linda menyadarinya , ini tidak baik . Segera dia menuju ke pintu , untuk pergi dari sana . Tapi terlambat , dua orang bandit berada di depan pintu . Mereka berdiri sambil mengusapi selangkangan mereka .

"Hei Non, gimana kalo loe buka baju eleo , jadi kita bisa senang senang!" seseorang dari mereka berkata. "Gimana kalo kita nyanyi sama-sama , sambil telanjang Non?" yang lain menimpali.

Linda mulai panik , “ minggir , saya mau pergi ..” katanya .

Tapi seseorang segera mendekatinya dan menempatkan tangannya di bahunya serta mendorongnya duduk di kursi sementara preman itu sendiri duduk di sebelah Linda. “ Hei , apa apa nih..” kata Linda

Kemudian tanpa aba aba , preman itu menjilat dan mencium telinga Linda .Linda berontak , dan menjerit “ apa apa nih , bajingan… “ . Lalu tangan Linda reflek menampar pipi preman itu . Teman temannya yang lain tertawa tawa .

Tiba tiba , preman itu mencabut belatinya , dan menancap belati itu di kursi kayu yang di duduki Linda , tepat di antar kedua paha Linda . Untungnya belati itu tak sampai melukai pahanya .

Linda hanya bisa memandangi belati mengkilap itu dengan mulut terbuka tak percaya kejadian ini harus menimpa dirinya .

Ketika Linda tidak mengatakan apa-apa, orang itu memasukkan tangannya ke dalam gaun Linda, merabai pahanya dan berusaha membuka kaki Linda. “ Hei , apa apa nih tolong , jangan “ . Linda meronta dan memandang sekelilingnya dengan tatapan memelas mohon pertolongan.

“ Hei , jangan gangu dia , dia milik gua..” bentak Rony . Dan preman itu melepaskan tangannya .

Rony segera mendekati pintu dan menguncinya. Dua orang preman memegang tangan Linda yang terus berusaha meronta dan menjerit, “ Tolong.. tolong… lepaskan… jangan…” dari atas tempat duduknya. Kedua laki-laki itu berkata “ yah terus menjerit .. gua suka dengar suara jeritan eleo…”

Wajah Linda memutih pucat ketakutan, dan memohon pada mereka untuk melepaskan dirinya.

Tapi dua dari preman itu segera menarik tangannya , dan membawanya ke meja kayu , yang biasa dipakai buat makan . Linda terus meronta . Tangan preman itu menjambak rambutnya . Akhirnya mereka berhasil membawa dan membaringkan Linda di meja kayu itu .

Kemudian kedua tangannya di ikat pada kaki meja . Kini tangan linda , terikat terbuka , satu ke kiri dan satu kekanan . Kini Linda terbaring tak berdaya , dengan tangan terikat seperti di salib . Hanya kakinya yang bergerak menendang nendang tanpa arah . Juga jerit tangisnya yang memilu .

“ Yah , terus berontak , gua suka sekali melihatnya..” kata Rony tertawa . Linda terus berontak , dan menangis memohon dilepaskan . Tapi Rony hanya tertawa . “ eh , eloe orang minggir , liatin gua aja yah , cewek ini punya gua..” kata Rony pada teman temannya.

Teman temannya hanya tertawa tawa .

Lalu Rony segera merobek gaun Linda , dengan bantuan belatinya . Sekali tarik gaun itu lepas seluruhnya di sertai jeritan Linda .

Semua mata langsung tertuju pada tubuh Linda yang hanya memakai celana dalam hitam , dan juga bra yang hitam .

Rony merangkak naik keatas meja . Tapi Linda segera menedangnya . Rony cepat tanggap ,menangkis tendangannya , lalu memukul keras perutnya , Linda menjerit kesakitan “ aduh , ampun jangan pukul…” .

Rony pun turun lagi , dan mengikat kedua kakinya pada kaki meja itu . Kini Linda benar benar tak berkutik . Dia terikat diatas meja dengan kaki terbuka lebar. “ Ha ha cewek sialan loe , ayo berontak lagi..” kata Rony.

Linda hanya bisa menitikan air mata . Dan Rony pun segera mendekatkan mukanya pada selangkanan Linda , menciumi aroma vaginanya yang masih terbungkus celana dalamnya. Linda mengelijing dan memohon “ tolong hentikan jangan lakukan ini…” . Tapi itu sia sia saja .

Rony terus saja menciumi celana dalamnya , dan tak lama dengan belatinya itu dia merobek celana dalam dan Bra Linda . Kini tubuh Linda terbuka , tanpa sehelai benang pun . Rony menatap tubuh telanjang gadis itu , demikian juga preman preman bejat lainnya.

Buah dada Linda yang montok , vaginanya yang kecil dengan sedikit bulu bulu kemaluannya. Rony segera mendekat ke vaginanya . Dengan dua jarinya dia membuka lebar bibir vagina Linda .” wah , memek eloe masih bagus yah , apa eloe masih perawan..” kata Rony.

Linda tak menjawab , hanya terisak tangis . Rony pun mejulurkan lidah menjilati klitorisnya . Linda mengelijing dan meronta “ sudah tolong hentikan ” . Rony terus saja bernafsu melumat vagina Linda . Membuat Linda terus mengelijing .

“ aghhh “ jerit Linda , ketika Rony memasukan dua jarinya ke liang wanita Linda . Jari Rony menyolok nyolok vagina linda dengan cepat . Jerit kesakita Linda , malah semakin membuat gerakkan jari Rony Liar . Rony mengorek ngorek liang vagina linda . Lalu menarik jarinya keluar.

Rony mencabut jarinya , menatap jarinya yang basah , menyeringai , lalu kembali memasukan jarinya di liang vaginanya . “ rupanya , eloe udah gak perawan yah.. dasar perek ” ejek Rony .

Kembali jarinya menyodok nyodok vagina Linda , membuat Linda mengeram pedih.

Setelah Rony puas memainkan vaginanya , Rony melepaskan ikatan Linda dan langsung menariknya turun dari meja kayu itu .Linda tersungkur di lantai , dan Rony membuka celananya . Penis ngacung keras.

Tiba-tiba, Rony menjambak rambut Linda dan menariknya , Linda menjerit kesakitan “ ahhhh , tolong ampun…” .

Rony memerintahkan Linda untuk segera mengulumnya dan jika ia berani mengigit penisnya, ia akan merontokan gigi Linda .

Rony memajukan penisnya mendekati muka Linda , penisnya yang sudah tegang dan keras, ia menjepit hidung Linda untuk membuat Linda membuka mulutnya. Linda meronta , tapi Kembali Linda menjerit keras , “ Ahhhh … “ ketika satu pululan tepat di mukanya

Ketika Linda kehabisan nafas dan membuka mulutnya untuk menghirup udara, Rony segera mendorong penisnya ke dalam mulut Linda. dan mulai mendorong dan menarik kepala Linda.

Kepala Linda bergerak maju dan mundur tanpa henti, terus menerus. Lipstik Linda yang berwarna merah menempel di batang penis yang ada di mulutnya. Dan ketika kepala penis itu masuk ke tenggorokannya Linda tersedak, tapi Rony tetap mendorong hingga kepala penis itu masuk lebih dalam di tenggorokan Linda.

Air mata mulai meleleh di pipinya . Sambil Linda dipegangi hingga tak bergerak dengan penis yang terbenam hingga tenggorokannya. Rony kemudian menarik penisnya keluar , lalu mendorong lagi.

Setelah kira kira 10 menit , Rony menekan masuk penisnya . Linda tersedak , dan terasa sperma Rony muncrat di tenggorokkannya . Setelah penis itu benar benar terlepas dari mulutnya , Linda segerah memuntahkan sperma yang memenuhi mulutnya.

Seorang dengan perut buncit , tangannya penuh tatto segera menghapiri Linda.Membuka resleting celananya , Tangannya kemudian menjambak rambut Linda dan mulai mendorong masuk penisnya dalam mulut linda mengantikan Rony

Menggerakan penisnya dengan kasar membuat penisnya kembali bergerak keluar masuk di mulut Linda. Semua orang dapat mendengar suara dahi Linda yang menumbuk perut orang itu, dan erangan Linda yang terdengar setiap kali penis itu masuk jauh ke tenggorokannya.

Ketika laki-laki itu akan mengalami orgasem ia mendorong kepala Linda hingga hidung Linda terbenam di dalam rambut kemaluan orang itu tanpa bisa menarik nafas. Sperma langsung menyembur keluar memenuhi mulut Linda.

Dan dari sudut mulut Linda sperma menyemprot keluar, mengalir turun, menggantung di dagu Linda. Kemudian orang itu mulai bergerak lagi tanpa henti. Sperma terus mengalir keluar, jatuh dari leher Linda .Ketika akhirnya ia menarik penisnya dari mulut Linda, Linda megap-megap menarik nafas dan terbatuk-batuk memuntahkan sperma yang masih ada di tenggorokannya.

Dua orang kemudian memegangi Linda sementara yang lain mulai melepaskan pakaian mereka. Linda sendiri tak berdaya untuk melarikan diri, setelah baru saja ia mengalami shock.

Ketika semuanya telah telanjang bulat, kembali Linda diangkat dan diletakan di atas meja kayu dan langsung dipegangi oleh empat orang laki-laki, setiap orang memegangi tangan dan kakinya. Kaki Linda terbuka lebar dan tubuhnya telentang.

Rony kembali mendekat dan naik ke atas meja. Perlahan ia menggosokan penisnya yang besar ke kaki Linda. Yang lain hanya bisa memandang iri pada penis Rony yang panjangnya hingga 25 senti dan selalu ia yang mendapat kesempatan pertama. Rony memerintahkan orang di dekat kepala Linda untuk mengangkat kepala Linda hingga Linda bisa melihat ketika penis Rony mulai masuk ke vagina Linda.

Orang yang memegangi kaki Linda berusaha membuka kaki Linda lebih lebar. Dengan satu kali dorongan keras, penis Rony dengan keras memasuki vagina Linda. Linda menjerit sekeras-kerasnya, “ AaHHHGG . . .” dan makin meronta-ronta, tanpa daya menghentikan Rony memperkosa dirinya.
Rony sendiri menikmati sekali segala jeritan dan rontaan Linda. Ia menyeringai setiap kali Linda menjerit kesakitan.

Ketika Rony sedang memperkosanya, laki-laki lainnya ikut menyakiti Linda dengan mencubit, meremas, meraba, mengisap, mengigit, menjilat dan menciumi seluruh tubuh Linda.

Mereka mulai dengan memainkan buah dada Linda dan mengisapi puting susunya, tangan-tangan mereka juga menarik-narik dan menjepit puting susunya. Linda terus menjerit , pilu “ ahhhggg ampun Ahhhh hentikan tolong….” .

Kaki Linda diangkat tinggi-tinggi dari atas meja sementara tangan-tangan merabainya, menikmati halusnya kaki Linda.

Beberapa menit kemudian jeritan Linda hanya tinggal erangan dan rintihan tapi Rony tetap memperkosa Linda tanpa henti, terus bergerak makin cepat. Setelah lama kemudian, Rony menarik penisnya hingga hampir terlepas dari jepitan vagina Linda, ia mengerang dan maju mendorong ke depan sekuat tenaga.

Kepala Linda terdongak dan jeritan melengking terdengar, melolong panjang keluar dari mulut Linda “ AGHHHH………”. Rony mengejang beberapa saat penisnya menyemburkan sperma ke dalam vagina Linda. Setelah Rony mencabut penis , spermanya pun berhamburan keluar dari liang vagina Linda yang membengkak dan memar.

Laki-laki yang lain kemudian melepaskan pegangan Linda dan bertengkar mengenai giliran siapa selanjutnya.

Linda hanya bisa berbaring , menangis , tubuhnya menjejang kesakitan . kaki dan tangannya masih terbuka lebar, ia menangis histeris. Ia telah diperkosa , dilecehkan, harga dirinya di injak injak .

“Eh perek , kenapa nangis , Loe mustinya nikmatin, soalnya masih banyak cowok yang antri , semua mau cobain memek eloe kita baru aja mulai!" katanya pada Linda.

Seorang laki-laki segera naik ke atas meja setelah Rony turun. Sekarang, Linda dapat merasakan bagaimana bibir vaginanya perlahan membuka kembali dan penis itu sedikit demi sedikit masuk ke dalamnya. Kesakitan kembali tercermin di wajah Linda, ketika ia merasa tubuhnya seperti dirobek oleh penis yang masuk.Linda mengerang lagi “ aghhh sakit…”

"Loe jangan belagu deh! Kalo lo nggak suka sama punya gue atau punya temen gue tadi, masih ada yang laen! Cepet atau lambat lo pasti temuin yang lo suka!" bentak orang itu.

Perkataan orang itu membuat apa yang telah ia takutkan selama ini menjadi nyata. Linda akan diperkosa bergantian oleh seluruh orang yang ada di bar itu. Dan ia tidak punya pilihan sama sekali. Linda hanya bisa menyerahkan dirinya dan melayani mereka hingga selesai.

Sekarang Linda hanya berharap ia bisa keluar dari situ hidup-hidup, dan berharap tidak ada seorangpun yang tahu apa yang telah ia alami.

Tak lama preman itu menyemburkan spermanya ke dalam vagina Linda yang sudah terisi oleh sperma Rony. Lalu dengan segera orang lain menggantikan laki-laki itu, kemudian laki-laki lain menyusul, setelah itu temannya juga mulai memperkosa Linda.

Linda tidak bisa lagi menahan rasa sakit dan ia sudah kehabisan tenaga melayani laki-laki itu. Linda lalu menangis dan memohon pada semuanya agar melepaskan dirinya.” Sudah tolong lah Ahhh saya , sudah tak kuat , ahhh sakit…” .

Tapi Laki-laki yang sedang menindihnya meremas buah dada Linda keras-keras hingga Linda menjerit kesakitan. “ AHHGGG sakit hentikan tolong…” . Dan menarik puting susunya dengan kuat “ AGHH sakit ampunnn…”

"Jangan berisik! Lo belon ngelayanin temen-temen gue! Masih ada lima orang lagi!" bentaknya pada Linda.

Tiba-tiba orang itu menarik penisnya keluar dan merangkak ke dada Linda. Linda sudah sangat ketakutan sekarang hingga ia hanya bisa berbaring dengan mata terpejam erat, menunggu orang selanjutnya yang akan mengambil giliran memperkosanya.

Ia sama sekali tidak menyadari orang yang baru saja memperkosanya mengarahkan penisnya ke muka Linda. Dan tepat sebelum orang itu orgasme Linda membuka matanya. Sperma segera menyembur ke seluruh wajah Linda. Sehingga seluruh sperma itu keluar menyembur dari penis itu.

Ketika orang itu puas ia menarik rambut Linda dan menamparkan penisnya ke wajah Linda. "satu-satunya yang boleh loe mohon cuma ini tau? Loe sendiri yang masuk ke sini pake pakaian merangsang kayak perek , dan loe mohon kita berhenti? Lo bercanda apa? Lo musti ngelayanin kita sampe kita nggak bisa bangun lagi! Ngerti" Orang itu membentak Linda.

Lima orang terakhir kemudian mengambil giliran masing-masing dan memperlakukan Linda sama dengan orang sebelumnya. Ketika hampir orgasme, mereka menarik penisnya keluar, merangkak di atas dada Linda, dan memyemprotkan sperma mereka ke seluruh wajah dan buah dada Linda kemudian menarik rambut Linda untuk membersihkan penis mereka.

Dan ketika orang yang terakhir selesai Linda berbaring hampir tak sadarkan diri.

Wajah, buah dada, dan puting susu Linda seluruhnya dilumuri sperma. Sperma itu mengalir turun dari sisi wajahnya, masuk ke telinga dan leher Linda. Linda tidak bisa membuka matanya karena semuanya tertutup oleh sperma. Linda harus bernafas melalui mulutnya karena sperma sudah masuk ke hidungnya.

Rambut Linda yang kecoklatan terlihat kusut karena terkena sperma yang mengering di rambutnya. Ketika orang-orang itu beristirahat sejenak, Linda hanya berbaring di atas meja , kakinya terbuka lebar dan sperma mengalir keluar dari vaginanya, menunggu orang selanjutnya memperkosa dirinya.

Vagina Linda tampak memar, memerah, dan terasa sakit karena baru saja dimasuki sepuluh orang bergantian tanpa henti.

Dua orang menarik tubuh Linda turun dari meja itu dan menyeretnya ke kamar mandi. Mereka kemudian membersihkan tubuh Linda dengan kertas tisu yang kasar dari sperma yang menempel. Dan ketika tubuhnya diseret keluar lagi, Linda melihat meja tadi telah dipindahkan ke pinggir ruangan.

Di tengah ruangan itu sekarang tergelar matras kusam dan delapan laki-laki telanjang bulat berdiri mengelilinginya. Linda didorong ke tengah-tengah lingkarang orang itu, hingga ia terjatuh ke atas matras, tubuhnya tersungkur tak berdaya untuk mengangkat tubuhnya.

Linda merasakan tangan-tangan di seluruh tubuhnya mulai menarik, mendorong dan mengangkat tubuhnya. Ketika Linda membuka matanya ia melihat seseorang telah berbaring telentang di bawah tubuhnya.

Orang itu adalah si Rony, dan penisnya sudah tegak berdiri. Kedua bibir vagina Linda kemudian dibuka oleh dua pasang jari-jari ketika perlahan tubuh Linda diturunkan mengarah ke penis Rony. Dengan sisa-sisa sperma yang ada, penis itu dapat lebih mudah masuk ke dalam vagina Linda.

Dan Linda sendiri hanya mengerang, merasakan kembali sakit “ Ahggg Aghh perih tolong hentikan sudahh..”

Seseorang kemudian menarik rambutnya, dan sebuah penis lain mendekati mulutnya. Linda dengan perlahan membuka mulutnya, berharap mereka tidak akan menyakitinya jika ia menuruti kemauan mereka. Penis itu masuk hingga ke tenggorokan Linda dan berhenti tak bergerak.

Selanjutnya Linda merasakan sebuah tangan mendorong tubuhnya hingga turun. Kemudian tangan-tangan lain mulai membuka belahan pantatnya. Linda panik dan berusaha merangkak menjauhi tangan-tangan itu. Dengan merangkak Linda membuat penis di mulutnya masuk makin dalam ke tenggorokannya.

"Hei, lo suka juga akhirnya! Kalo gitu ayo mulai aja sayang!" kata orang yang memasukan penisnya ke mulut Linda sambil tersenyum.

Ia mulai menggerakan pinggulnya secepat dan sekuat tenaga. Tubuh Linda yang terdorong mundur karena gerakan orang itu, disambut dengan sebuah penis lain di liang anusnya. Sekarang rasa sakit yang perlahan mulai hilang dari tubuh Linda, kembali menyengat seluruh tubuhnya.

Rasa sakit itu semakin menjadi-jadi, sakit yang tidak pernah dirasakan Linda sebelumnya. Pikiran Linda menjerit-jerit kesakitan, sedangkan mulutnya hanya bisa mengeluarkan suara tidak jelas diredam oleh penis yang keluar masuk.

Rasa sakit itu makin menjadi-jadi, ketika ketiga orang itu mulai bergerak berirama. Tubuh Linda seperti terkoyak-koyak ketika penis-penis itu bergantian keluar masuk di dalam vagina dan anusnya.

Dua orang kemudian mendekat memegangi tubuh Linda hingga ia tidak terjatuh ke samping. Semua lubang di tubuh Linda, mulut, vagina dan anus dipergunakan oleh mereka untuk memuaskan nafsu mereka secara bersamaan.

Kemudian dua orang terkakhir tadi menarik tangan Linda, melingkarkan jari-jari Linda di penis mereka dan menyuruhnya untuk mulai mengocok penis-penis mereka, sementara dua orang lainnya berlutut di samping Linda, dan menarik buah dadanya untuk kemudian digosokan pada penis mereka.

Sekarang Linda sudah dalam keadaan berlutut, tubuhnya bergoyang maju mundur. Tujuh dari sepuluh orang itu terus-menerus menggunakan tubuh Linda untuk membuat mereka puas. Tidak seorang pun peduli dan melihat bahwa Linda sama sekali tidak bisa bergerak. Semuanya tampak sangat bernafsu memperoleh bagian tubuh Linda.

Setelah beberapa menit rasa sakit itu mulai bisa ditekan oleh Linda. Linda terus memejamkan matanya karena ia tidak ingin melihat bagaiman orang-orang itu mempergunakan tubuhnya untuk memuaskan mereka. Ia hanya berharap semua itu segera selesai, karena dirinya hampir tidak bisa lagi menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.

Orang di anus Linda lebih dulu orgasme. Ketika ia selesai dan menarik penisnya keluar, orang lain maju dan dengan mempergunakan sperma orang yang pertama, ia melumasi penisnya dan memasukannya ke anus Linda. Lalu orang di mulutnya menyemburkan sperma, membuat Linda tersedak tak bisa bernafas, berusaha sekuat tenaga menelan sperma orang itu.

Lalu penis itu ditarik dan digantikan oleh penis lain, yang kali ini lebih besar. Linda berusaha membuka mulutnya, tapi orang itu tidak sabar dan langsung mendorong penisnya masuk, dan mulai bergerak.

Ia mendorong penisnya dalam-dalam dan tidak menariknya keluar, terus menahannya di dalam tenggorokan Linda. Linda kemudian merasakan getaran dari tubuh Rony di bawahnya dan cairan hangat mengalir ke dalam vaginanya, segera setelah itu orang lain menggantikan posisi Rony tadi.

Orang-orang tadi bergantian memperkosa Linda di seluruh lubang yang ada, ia terus menelan semua sperma yang disemburkan di dalam mulutnya. Dua orang di depan wajahnya mengocok penisnya masing-masing dan mengarahkan penisnya ke wajah Linda.

Ketika Linda melihat ke bawah, orang di bawah tubuhnya sedang menatap wajahnya dan kepalanya diganjal oleh kedua tangannya. Tak lama kemudian sperma kembali masuk ke dalam vagina Linda, dua detik kemudian sperma menyembur ke anusnya.

Penis lain kembali masuk ke vagina Linda. Linda kembali memejamkan matanya, ia sekarang hanya bisa mengeluarkan suara erangan, “ aghhh aghh aghh…” . yang semakin tinggi ketika penis lain masuk ke anusnya. Ketika ia membuka matanya lagi, Linda melihat sebuah penis diarahkan ke wajahnya.

Kepala penisnya berwarna ungu bulat, dan beberapa detik kemudian sperma menyembur menghantam wajahnya mengalir masuk ke mulutnya. Orang tubuh kemudian minggir dan sebuah penis lain maju mendekat.

Sepanjang malam Linda terus melanyani sepuluh orang itu hingga semuanya mendapat bagian menggunakan mulut, vagina dan anusnya paling sedikit satu kali.
Dan ketika orang-orang tersebut puas dan menjauh dari tubuh Linda, tubuh Linda tersungkur , terkapar tak berdaya .Linda lalu mengangkat wajahnya berusaha melihat orang-orang yang mengelilinginya, setelah itu semuanya gelap Linda tak sadarkan diri.

Tuesday, January 30, 2018

Desahan Enak




Cerita Sex - usia saya 17 tahun, tinggi badan saya 170 cm, berat badan 60 kg. saya akan bercerita tentang hubungan terlarang ini dengan ibu kandung saya sendiri. Ibu saya kira-lira berumur 36 tahun, beliau berperawakan tidak terlalu tinggi, berbadan semok, ukuran dada 36, dan berkulit kulit putih pokoknya nggak kalah deh sama Abg. Hhe. ProfesiMamahku adalah seorang Ibu rumah tangga, dia mempunyai 2 orang anak. PenampilanMamahku tergolong seperti anak Muda, Sebagai wanita yang tinggal di kota besar Yaitu kota kembang, cara berpakaiannya selalu sexy, Tidak sexy murahan tapi sexy berkelas.

Aku adalah anak yang paling besar, aku seorang anak yang yang baik dan penurut pada orang tuanya. Anak kedua adalah Fitri adik ceweku dia berumur 13 tahun, seorang anak yang sudah mulai beranjak dewasa.. oh iya ayahku adalah seorang PNS disalah satu instansi pemerintahan beliau bernama Edo, Ayahku adalah seorang suami yang cukup baik dan perhatian pada keluarga. Sebenarnya kehidupan sexualMamahku awalnya tidak ada masalah sama, walaupunMamahku sudah beranak 2, masih aja banyak lelaki yang menggodaMamahku, danMamahku tidak pernah sedikitpun ada niat untuk mengkhianati Ayahku.

Singkat cerita suatu hari ada sesuatu yang berubah dalam diriMamahku ketika suatu hari dia secara tidak sengaja melihat aku sedang berpakaian setelah mandi. Ketika ada sedang berganti baju dikamar, dari balik pintu yang tidak tertutup rapat,Mamahku dengan jelas melihat aku telanjang dan matanya tertuju pada kontolku yang mempunyai jembut tidak terlalu lebat, maklumlah masih 17 tahun.hhe.

Sejak saat ituMamahku pikirannya selalu teringat padaku yang ketika itu aku sedang telanjang. Bahkan seringkaliMamahku memperhatikan aku bila sedang makan, sedang duduk, pokoknya setiap gerak-geriku selalu diperhatikanMamahku deh. Kemudian aku

“ Ih siMamah Ada apa sih, kok sekarang sering liatin Ku ?” tanyaku kepadaMamahku ketika diruang tamu,

“ Ih nggak papa atuh lagian juga merhatiin anak sendiri, Mama tuh lihatin kamu karenaMamah seneng karena lihat kamu makin besar dan dewasa aja,” ujar Mamahku sambil tersenyum.

“ Oh iya nak, Kamu sudah punya pacar belum nak?” tanyaMamahku,

“ Emmm… kalau pacar yang serius belum ada Mah, tapi kalau sekedar teman jalan sih ada banyak.hha. emangnya kenapa sih Mah ? ” tanyaku,

“ Nggak papa kok nak,Mamah cuma pengen tahu aja kok. Oh iya nak, kamu udah pernah kissing sama pacar kamu belum nak?” tanyaMamahku,

“ Ihhhh siMamah, Pertanyaannya ada-ada aja deh, Kukan malu ” ujarku sambil tersenyum malu,

“ Gitu kok malu sih Nak, udah Jujur aja samaMamah.Mamahkan pernah muda, jadi Mamah ngerti gimana pergaulan anak muda nak, santai aja samaMamah,” ujarMamahku sambil menjewer pelan telingaku,

“ Hehe. Iya-iya Mah, Ku pernah ciuman dengan mereka kok,” ujarku.

“ Kalau ML udah pernah belom? ” tanyaMamahku mulai menjurus,

“ Emmmm… Emang ML apa sih Mah Ku nggak ngerti ? ” tanyaku karena aku benar-benar tidak mengerti,

“ Idih masak ya 17 tahun nggk tahu ML. ML itu Making Love atau Bersetubuh naka ” ujarMamahku sambil mempraktekkan ibu jarinya diselipkan diantara telunjuk dan jari tengah,

“ Hahhh… kalau itu Ku belum pernah Mah, Takut hamil ceweknya ntar MAh kalau gituan…” ujar ku pada Mamahku dan diapun tersenyum mendengar jawabku yang polos,

“ Tukan Mamah tersenyum, emang kenapa sih Mah diketawain ? ” tanyaku pad mamahku,

“ aKamu tuh masih polos nak, lucu deh kamu ” kata Mamahku sambil mencubit pipiku,

Kemudian Mamahkupun bergegas berdiri kemudian menyiapkan segala sesuatu karena ayahku akan segera pulang dari kantor. Pada malam hari itu ayahku sedang mengerjakan tugas di meja kerjanya, dan kamipun sedang enonton TV, ketika sedang menonton TV tiba-tiba adiku bertanya pada ibuku,

“ Mah, Ciuman tuh rasanya gimana sih Mah ? ” tanya Fitri ketika menyaksikan adegan ciuman di televisi,

“ Hussss…. Masih kecil nggk boleh tanya gituan, Pamali,” ujarku sambil adiku Fitri,

“ Tidak boleh begitu, Nak.. Adikmu harus tahu tentang apapun yang dia tidak mengerti. Biar tidak salah langkah nantinya…” ujarMamahku sambil menatapku.

“ Begini, Fitri anak mamah yang paling cantik, Ciuman itu Tidak manis, tidak pahit atau asin. Hanya saja,

kalau kamu sudah besar nanti dan sudah merasakannya, yang terasa hanya perasaan nyaman dan makin sayang kepada pacar atau suami kamu, tapi kalau untuk usiamu yang baru 13 jangan ngelakuin itu, nggk boleh ya sayang, ” ujarMamahku kepada Fitri adiku,

“ Pusing ah Mah, Fitri nggk ngerti ” ujar Fitri.

“ Mendingan Fitri tidur aja, ah, lagian Fitri juga udah ngantuk…” ujar Fitri,

“ Ya udah, tidurlah sayang,” ujarMamahku. Fitri kemudian bangkit dan segera menuju kamar tidurnya,

Ketika menyaksikan adegan ranjang di televisi, Mamahku bertanya kepadaku,

“Apakah kamu sudah itu dengan pacarmu?”.

“Ku belum punya pacar, Mah.. Mereka hanya sekedar teman saja,” jawabku,

“ Tapi kok kamu bisa ciuman dengan mereka?” Tanya Mamahku lagi sambil tersenyum,

“ Namanya juga saling suka” jawab Ku sambil tersenyum juga.

“ Sudah sejauh mana kamu melakukan sesuatu dengan mereka ? udah terus terang aja sama Mamah Nak,

Bicara terbuka saja dengan Mamah,” ujar Mamahku

“ Begitu-begitu aja Mah” kataku,

“Begitu-begitu gimana maksudnya?” Tanya Mamahku lagi,

“ Ya sewajarnya anak muda pacaran aja Mah, kayak Ciuman, saling pegang, saling raba…” ujarku malu malu.Mamahku tersenyum.

“ Serius hanya itu?” Tanya Mamahku lagi.

Akupun melirik ke arah ayah yang sedang sibuk mengerjakan sesuatu di meja kerjanya,

“ Emmm… Mah jangan bilang ke Papah ya ?” ujarku.

Mamahku tersenyum sambil mengangguk. Akupun lalu beringsut mendekati Mamahku,

“ Sejujurnya aku pernah Oral Sex dengan beberapa teman wanita yang dekat denganku sih mah ..hhe ” ujarku sambil berbisik,

Mamahkupun tersenyum sambil mencubit pipiku, lalu,

“ Nakal juga kamu anak Mamah ini ya..hha. Emang rasanya gimana Nak ? ” tanya Mamahku sambil berbisik,

“ Hehe.. Enak banget Mah rasanya. Emmm… katanya kalau punyaku dimasukkan ke punya wanita rasanya lebih enak kata temen-temenku, Benar nggak sih Mah?” tanyaku.

Tanpa menjawab Mamahkupun hanya kembali tersenyum,

“ Kamu mau tahu rasanya, Nak?” Tanya Mamahku sambil tetap tersenyum,

Akupun hanya mengangguk kemudian,

“ Kesini deh ikut Mamah biar kamu tahu rasanya ” ajak Mamahku sambil bangkit lalu pergi ke ruang belakang.

Tanpa pikir panjang akupun mengikuti Mamahku dari belakang. sesampai di ruang belakang kemudian Mamahkupun menarik tanganku agar mendekat ke beliau, lalu,

“ Kenapa sih Mah?” tanyaku.

“ Sini mamah kasih tau, sekarang kamukan sudah dewasa,Mamah anggap kamu sudah seharusnya tahu tentang hal tersebut,” ujar Mamahku dengan nafas agak memburu menahan gejolak yang selama ini terpendam terhadapku,

“ Sini cium Mama sayang…” kata Mamahku sambil mengecup bibirku.

Sejenak akupun terdiam karena tidak tahu harus berbuat apa. Lalu Mamahku terus melumat bibir bibirku itu sambil tanggannya masuk ke dalam celana kolorku. Lalu dengan lembut diremas dan dikocoknya kontolku. Karena tidak tahan merasakan rasa enak, Ku dengan segera membalas ciuman Mamahku dengan lembut,

“ Emmm… Kamu ingin merasakan rasanya bersetubuhkan saying ?” ujar Mamahku sambil terus mengocok dan meremas kontolku,

“ Iya Mah aku mau banget ” ujarku dengan nafas memburu,

“ Sama nak, Mamah juga sama, Sudah lama Mamah ingin merasakan hal itu dengan kamu,” ujar Mamahku,

“ Emangnya kapan Mah ? ” tanyaku sambil menggerakkan pinggulnya maju mundur karena enak dikocok kontolku oleh Mamahku,

“ Yan anti kalau ada kesempatan, yang penting jangan sekarang ya saying ” ujar Mamahku sambil melepaskan genggaman tangannya dari kontolku.

“ Yang penting kamu tahu dulu, kalau Mamah sangat sayang kamu Nak ” kata Mamahku sambil mengecup bibirku lagi,

“ Aku juga saying kamu Mah ” ujarku.

“ Sekarang Mamah harus tidur dulu karena udah larut malam, Nanti Papahmu malah curiga ” ujar Mamahku sambil sembari melangkah ,meninggalkanku ,

Setelah mamah pergi akupun menarik nafas panjang menahan suatu rasa yang tidak bias diungkapkan dengan kata-kata. Kemudian akupun bergegas masuk ke kamar mandi untuk Onani. Singkat cerita pada keesokan harinnya Papah sudah siap-siap pergi kerja sekalian mengantar Fitri ke sekolah karena masuk pagi. Sementara Ku masuk sekolah siang. Setelah Papah dan Fitri pergi, dengan segera Mamahku mengetuk dan masuk ke kamarku. Ketika itu aku masih tidur dengan hanya memakai celana Kolor saja. Mamahku tersenyum sambil duduk di sisi ranjangku tersebut. Lalu tangannya mulai mengusap dadaku. Dimainkannya puting susuku. Spontan akupun terbangun karena merasakan ada sesuatu yang membuat darahnya berdesir nikmat. Ketika matanku terbuka, terlihat Mamah sedang menatap dirinku sambil tersenyum kepadaku,

“ Bangun dong, sayang udah siang nih ,” ujar Mamahku sambil tangannya berpindah masuk ke dalam celana Kolorku. Diusap, dibelai, diremas, lalu dikocoknya kontol Ku sampai tegang dan tegak.Akupun terus menatap mata Mamahku sambil merasakan rasa nikmat yang diberikan Mamahku,

“ Jadi nggk ML nya, kalau mau sekarang aja ?” Tanya Mamahku sambil sembari tersenyum padaku,

“ Iya deh mah, aku mau kencing dulu ya Mah…” kata Ku sambil bangkit lalu bergegas ke kamar mandi,

Setelah selesai, segera aku kembali ke kamarku,

“Lama amat sih?” tanyaMamahku.

“Ku kan sikat gigi dulu, Mah…” ujar Ku sambil duduk di pinggir ranjang berdampingan denganMamahku,

“ KenapaMama mau melakukan ini dengan Ku?” Tanya Mamahku tersenyum sambil mencium pipiku,

“ Karena Mamah sangat sayang kamu. Mamah ingin mendapat kebahagiaan dari orang yang paling Mamah sayangi ” ujar Mamahku sambil kemudian melumat bibiku dengan lembut,

Lalu aku membalasnya dengan lembut pula. Kemudian Mamahku bangkit lalu melepas semua pakaian yang menempel di tubuhnya. Akupun terus menatap tubuh Mamahku dengan kagum dan penuh birahi,

“ sekarang buka celana kamu dong sayang,” ujar Mamahku dengan lembut,

“ Iya, Mah ” ujarku sambil bangkit lalu melepas celana kolorku,

“ Sini mendekat ke Mamah Nak…” ujar Mamahku sambil berjongkok.

Kemudian mulut Mamahku mengulum kontolku. Jilatan dan hisapannya membuatku bergetar menahan nikmat yang amat sangat luar biasa,

“ Ssss….ahhh.. Enak Mah… Ahhhhh… ” desahku sambil agak menggerakkan pinggulku maju mundur.
Kemudian Mamahku melepas kulumannya, sambil tersenyum menatap wajahku yang sedang merasakan nikmat, sembari tangannya terus mengocok kontolku.

“ Sekarang gentian Nak ya kamu jilatin Vagina Mamah ” ujar Mamahku yang mulai nafsu kepadaku,

“ Iya Mah ” ujarku pada Mamahku,

Lalu Mamahkupun naik ke ranjangku, Lalu segeralah Mamah membuka paha lebar-lebar. Tanpa banyak bicara akupun langsung mendekatkan wajahku ke arah memek Mamahku, Lalu akupun segera menjilati seluruh permukaan memek Mamahku, beliau terpejam menahan nikmat akibat jilatanku. Apalagi ketika jilatan lidah Ku bermain di kelentitnya.. MataMamahkuterpejam, tubuhnya bergetar sambil menggoyangkan pinggulnya,

“ Sssss…ahhhh… Ohhhh... Enakk Nak, Terusin Nak… ohhh… Ssss… ahhh…” desah Mamahku,

Setelah beberapa menit aku menjilati memeknya, tiba-tiba tubuh Mamahku bergetar makin keras, ditekannya kepalaku ke memeknya, lalu segera dijepit dengan pahanya. Lalu Mamahku,

“ Sssss…ahhh… Ohhh… enak sekali sayang… Sekarang naik kesini kamu Nak” ujar Mamahku sembari mendesah panjang nampak kalau beliau sudah mulai orgasme,

Kemudian akupun naik ketubuh Mamahku, Dengan segera Mamahku melumat bibirku masih yang belepotan dengan cairan dari memek Mamahku tadi,

“ Sekarang Penis Kamu masukin ke Vagina Mamah Nak ” bisik Mamahku sembari menggenggam kontolku dan diarahkan ke memeknya yangsudah becek karena jilatanku tadi,

Kemudian Setelah itu Aku langsung memompa kontolku ke dalam memek Mamahku. dengan Mata terpejam sambil terus mengeluar masukkan kontolku yang menegang keras berontak,

“ Eghhh…. Sssss…ahhhhh… Bagaimana rasanya Nak, enak nggk nak … Ohhh…? ” tanya Mamahku sambil terus menggoyangkan pinggulnya mengimbangi gerakanku yang mulai konstan,

“ Ahhh… Nikmat sekali Mah Sss…aaahhhh… ” ujarku sembari mendesah,

Tanpa menjawabku Mamah tersenyum sambil terus menatap mataku. Tiba-tiba kontolkupun mulai berdenyut-denyut, tubuhku mulai mengejang, dan akupun menambah cepat gerakanku ke Memek Mamahku,dan,

“ Ssss…ahhhh…Ohhhh, a..aa.. aku mau keluar kayaknya ni Mah ahhh… ” Ujarku sembari mendesah nikmat,

“ Ohhh… ahhhh… Keluarkan saying aja Nak, biar kamu merasakn Nikmat yang sesungguhnya … ssss…ahhh…” bisik Mamahku sambil memegang pantatku lalu menekankan ke memeknya yang sudah becek sekali,

Tidak lama kemudian kurasakan tubuhku mengejang lagi dan,

“ Crott… Crott… Crott… Crott… Crott… “

Akhirnya keluarlah Air maniku membanjiri memek Mamahku yang hangat dan nikmat itu. Masih tetap tertanam didalam Memek Mamahku aku mennamkan dalam-dalam kontoku ke Memek Mamahku itu.

“ Bagaimana rasanya saying, nikmatnya luar biasakan Nak ? ” Tanya Mamah Kepadaku,

“ Iya mah ternyata nikmat sekali Making Love itu ” ujarku sambil mengecup bibir Mamahku yang Sexy itu.

“ Iya nak sekarang kamu udah tahu rasanyakan, Mamah sayangkamu Nak, Love U !!! “ ujar mamahku,

“ Love U to Mah, David juga sayang Mamah,” ujarku.

Kemudian kamipun saling berpelukan sembari bercumbu kecil. Singkat cerita kemudian kamipun tertidur karena kami merasa sangat lelah. Itu pengalaman Sex pertama bagiku, Mamahku Is the best Sex tutorial . Thanks Mah .

Sunday, January 28, 2018

Desahan Enak




Cerita Sex - Setelah sekian lama saya menginginkan untuk bisa berwisata sex, pada akhirnya saya mendapatkan keinginan itu. Saat itu saya mendapatkan tugas dari kantor, hal itu aku anggap sabagai liburan, walau ujung-ujungnya harus bekerja juga sih. Saat itu saya mendapatkan dinas luar di Indonesia bagian timur. Karena disana masih banyak peluang proyek yang bisa saya kerjakan.

Sampai pada hari itu, saya-pun berangkat dengan seorang Direktur Utama sebuah perusahaan besar di indonesia. Singkat cerita saat itu sampailah saya di lokasi proyek, disana saya bertemu beberapa orang penting yang berwenang dan saya mulai menjelaskan tujuan kedatangan kami. Setelah urusan kami selesai maka Direktur utama tersebut pulang terlebih dahulu karena masih ada urusan lain di Ibu kota.

Kini saya sendiri untuk mengurus semua segala perijinan untuk proyek yang akan saya kerjakan. Disana saya tinggal di sebuah Hotel melati yang tidak terlalu besar, tapi bersih dan nyaman untuk ditinggali. Letak hotel itu berada di pinggiran kota, suasana disekitar hotel itu nampak sepi, namun aman. Walaupun berada di pi nggiran kota, untuk sarana transportasi sangatlah mudah jika saya ingin kemana-mana.

Kamar saya saat itu terletak pada lantai dua yang kebetulan kamar saya menghadap ke arah laut. Hal itu menambah saya terasa nyaman dan relax. Selama disana setelah saya pergi mengurus segala perijinan dari satu instansi ke instansi yang lainnya, saya sering melepas lelah dengan cara duduk di balkon sembari melihat kearah laut. Para pekerja di hotel itu sangat ramah dan akrab pada setiap tamu hotel.

Hal ini bisa terjadi karena mungkin jumlah kamar di hotel itu tidak terlalu banyak, kamarnya berjumlah kira-kira sekitar 30 kamar. Saya tipe orang yang mudah akrab dengan orang lain, buktinya selama saya menginap dihotel itu saya sering mengobrol dengan tamu lain atau ekerja di hotel itu. Terkadang dengan nada bicara bercanda, saya sering diberi tawaran untuk berwisata sex.

Mulai dari satpam hingga pegawai hotel bertanya pada saya,karena hampir 2 minggu saya tidak pernah membawa teman kencan seperti tamu-tamu lainya. Saat itu saya hanya tersenyum saja, saya seperti itu bukannya saya tidak mau, tetapi waktu yang belum ada untuk berbuat seperti itu, maklum pikiranku masih fokus dengan pekerjaan.
Sungguh tidak terasa sudah 2 minggu saya menginap di hotel itu.

Sampai pada akhirnya karena segala perijinan yang diperlukan sudah terselesaikan, maka kini saya sudah bisa sedikit bernafas lega dan saya-pun mulai mencari hiburan. Semalam saya dapat merasakan kehangatan tubuh wanita penjual tubuh asal kota itu, saya mendapatkannya wanita itu dari satpam hotel. Sebenarnya wanita semalam itu cantik dan putih, sayang sekali permainan sex-nya tidak terlalu istimewa.

Semalam saat bermain sex dengan wanita penjual diri itu becek sekali Vagina-nya, ditambah lagi Vagina-nya sudah tidak kencang lagi. Tetapi lumayanlah buat mengurangi rasa stres. Sampai tiba saatnya, 2 hari lagi saya akan pulang ke Ibu Kota. Transportasi di daerah ini memang agak sulit. Untuk ke Jakarta saya harus ke ibukota propinsi dulu baru ganti pesawat ke Jakarta.

Celakanya dari kota ini ke ibukota propinsi dalam 1 minggu hanya ada 4 penerbangan dengan twin otter yang kapasitasnya hanya 17 seat. Belum lagi cadangan khusus buat pejabat Pemda yang tiba-tiba harus berangkat. Saya yang sudah booking seat sejak seminggu yang lalu, ternyata masih masuk di cadangan nomor 5. Alternatifnya adalah dengan menaiki kapal laut milik Pelni yang makan waktu seharian untuk sampai ibukota propinsi.

Rencansaya kalau tidak dapat seat pesawat terpaksa naik kapal laut. Sore itu saya ngobrol dengan satpam, yang membantu mencarikan perempuan, sambil duduk-duduk di cafe hotel. Kami membicarakan gadis Manado yang kutiduri tadi malam. Kubilang saya kurang puas dengan permainannya. Tiba-tiba saja pandanganku tertuju pada wanita yang baru masuk ke cafe.

Wanita itu kelihatan bertubuh tinggi, mungkin 169 cm, tubuhnya sintal dan dadanya membusung. Wajahnya kelihatan bukan wajah Melayu, tapi lebih mirip ke wajah Timur Tengah. Satpam itu mengedipkan matanya ke arahku,

” Bapak berminat ? Kalau ini dijamin oke, Arab punya,” ucapnya.

Wanita tadi merasa kalau sedang dibicarakan. Dia menatap ke arah kami dan mencibir ke arah satpam di sampingku,

“ natalia, sini dulu. Kenalan sama Bapak ini,” kata satpam itu.

“ Saya mau ke karaoke dulu,” balas wanita tadi.

Ternyata namanya natalia. natalia berjalan kearah meja karaoke dan mulai memesan lagu. Ruangan karaoke tidak terpisah secara khusus, jadi kalau yang menyanyi suaranya bagus lumayan buat hiburan sambil makan. Tapi kalau pas suara penyanyinya berantakan, maka selera makan bisa berantakan. Untuk karaoke tidak dikenakan biaya, hanya merupakan service cafe untuk tamu yang makan disana.

“ Dekatin aja Pak, temani dia nyanyi sambil kenalan. Siapa tahu cocok dan jadi,” kata satpam tadi kepada saya.

Saya berjalan dan duduk didekat natalia. Kuulurkan tanganku,

“ Boleh berkenalan Mbak? Perkenalkan Nama saya Ricky”, ucap saya.

“ natalia namaku,” jawabnya singkat dan kembali meneruskan lagunya.

Suaranya tidak bagus cuma lumayan saja, Cukup memenuhi standard kalau ada pertunjukan di kampung. Beberapa lagu telah dinyanyikan. dari lagu dan logat yang dinyanyikan wanita ini agaknya tinggal di Manado atau Sulawesi Utara. Dia mengambil gelas minumannya dan menyerahkan mike ke tamu cafe di dekatnya,

“ Sendirian saja nona atau …,” ucap saya mengawali pembicaraan.

“ Panggil saja nama saya natalia,” ucapnya.

Lalu kami mulai terlibat pembicaraan yang cukup akrab. natalia berasal dari Gorontalo. Dia memang berdarah Arab, menurutnya banyak keturunan Arab di Gorontalo. Kuamati lebih teliti wanita di sampingku ini. Hidungnya mancung khas Timur Tengah, kulitnya putih, rambutnya hitam tebal, bentuk tubuhnya sintal dan kencang dengan Buah dada-nya terlihat dari samping membusung padat.

Kemudian saya tawarkan untuk mengobrol di kamar saya saja. Lebih dingin, karena ber-AC, dan lebih rileks serta privacy terjaga. Saat itu dia menurut saja, lalu kami masuk ke dalam kamar. Satpam tadi kulihat mengangkat kedua jempolnya kearahku. Di dalam kamar, kami duduk berdampingan di karpet dengan menyandar ke ranjang sambil nonton TV.

natalia masuk ke kamar mandi dan sebentar kemudian sudah keluar lagi. Kami melanjutkan obrolan. Ternyata natalia seorang jantung (janda gantung) suaminya yang seorang pengusaha keturunan Arab juga, sudah 1 tahun suaminya menggantungkan hubungan mereka namun tidak diceraikan. Saat itu dia sedang mencoba membuka usaha kerajinan rotan dari Sulawesi yang dipasarkan disini.

Di kota ini dia tinggal bersama keluarganya. Saat itu dia bermain ke hotel, karena dulu juga pernah tinggal di hotel ini seminggu dan akrab dengan chef wanita yang bekerja di cafe. Dari tadi siang Chef tersebut sedang keluar, berbelanja kebutuhan cafe.
Mulailah aku melingkarkan tangan kiriku ke bahu kirinya. Saat itu dia sedikit menggerinjal namun tidak ada tanda-tanda penolakan.

Karena melihat responya yang seperti itu, saya saat itu semakin berani dan mulai meremas bahunya dan perlahan-lahan tangan kiriku menuju kedadanya. Sebelum tangan kiriku sampai di dadanya, ia menatapku dan bertanya,

“ Mau apa kamu, Ricky ?” Sebuah pertanyaan yang tidak perlu dijawab.

Kupegang dagunya dengan tangan kananku dan kudekatkan mukanya ke muksaya. Perlahan kucium bibirnya. Ia diam saja. Kucium lagi namun ia belum juga membalas cumbuan saya,

“ Ayolah natalia, 1 tahun tentulah waktu yang cukup panjang bagimu. Selama ini tentulah kamu merindukan kehangatan dekapan seorang laki-laki,” ucap saya mulai merayunya.

Kuhembuskan napasku ke dekat telinganya. Bibirku mulai menyapu leher dan belakang telinganya,

“ Ssss… Aghhhhh… tidak… Jangan Rick… ” ucapnya lirih.

“ Ayolah natalia, mungkin Penisku tidak sebesar punya suamimu itu, namun saya bisa membantu menuntaskan gairahmu yang terpendam”, ucapku merayunya.

Pada akhirnya natalia-pun menyerah, pandangan matanya mulai sayu, lalu saya mulai mencium lagi bibirnya, kali ini mulai ada perlawanan balasan dari bibirnya. tanganku segera meremas dadanya yang besar, namun sudah sedikit turun. Dia mendesah dan membalas cumbuan saya dengan berapi-api. Tangannya meremas Penis saya yang masih terbungkus celana.

Kududukan dia ditepi ranjang. Saya berdiri didepannya. tangannya mulai membuka ikatan pinggang dan ritsluiting celana saya, kemudian menyusup ke balik celana dalamku. Dikeluarkannya Penis saya yang mulai menegang. Dibukanya celana saya seluruhnya hingga bagian bawah tubuh saya sudah dalam keadaan polos. Mulutnya kemudian menciumi Penis saya.

Saat itu sementara tangannya memegang pinggangku dan mengusap buah zakar saya, lama kelamaan ciumannya berubah menjadi jilatan dan isapan kuat pada Penis saya. Kini ia mengocok Penis sayadengan mengulum Penis sayadan menggerakan mulutnya maju mundur. Desiran kenikmatan segera saja menjalari seluruh tubuh saya. Tangannya menyusup ke bajuku dan memainkan putingku.

Lalu saya-pun mulai membuka kancing bajuku agar tangannya mudah beraksi di dada saya. Kuremas rambutnya dan pantatkupun bergerak maju mundur menyesuaikan dengan gerakan mulutnya. Saya tak mau menumpahkan air mani dalam posisi ini. Kuangkat tubuhnya dan kini dia dalam posisi berdiri sementara saya duduk di tepi ranjang. Tanpa kesulitan segera saja kubuka celana panjang dan CD-nya.

Bulu Vagina-nya agak jarang dan berwarna kemerahan, Vagina-nya terlihat sangat menonjol di sela pahanya, seperti sampan yang dibalikkan. Ia membuka kausnya sehingga sekarang tinggal memakai bra berwarna biru. Kujilati tubuhnya mulai dari lutut, paha sampai ke lipatan pahanya. Sesekali kusapukan bibirku di bibir Vagina-nya.

Lubang Vagina-nya terasa sempit ketika lidahku mulai masuk ke dalam Vagina-nya. Ia merintih, kepalanya mendongak, tangannya yang sebelah menekan kepala saya sementara tangan satunya meremas rambutnya sendiri. Kumasukan jari tengahku ke dalam lubang Vagina-nya, sementara lidahku menyerang Clitoris-nya. Saat itu dia melenguh perlahan dan kedua tangannya meremas Buah dada-nya sendiri.

Tubuhnya melengkung ke belakang menahan kenikmatan yang kuberikan. Ia merapatkan selangkangannya pada kepaka saya. Kulepaskan bajuku dan kulempar begitu saja ke lantai. Akhirnya ia mendorongku sehingga saya terlentang di ranjang dengan kaki masih menjuntai di lantai. Ia berjongkok dan,

“ Slurpppp….”

Dia Kembali menjilat dan mencium Penis saya beberapa saat, lalu Dia mulai naik keatas ranjang dan duduk diatas dada saya menghadapkan Vagina-nya di mulutku. Tangannya menarik kepala saya meminta saya agar menjilat Vagina-nya dalam posisi demikian.

Kuangkat kepala saya dan segera lidahku menyeruak masuk ke dalam liang Vagina-nya. Tanganku memegang erat pinggulnya untuk membantu menahan kepala saya. Ia menggerakan pantatnya memutar dan maju mundur untuk mengimbangi serangan lidahku. Gerakannya semakin liar ketika lidahku dengan menjilat dan menekan Clitoris-nya.

Saat itu natalia melengkungkan tubuhnya sehingga bagian Vagina-nya semakin menonjol. tangannya kebelakang diletakan di paha saya untuk menahan berat tubuhnya. Dia mulai bergerak kesamping dan menarikku sehingga saya menindihnya. Kubuka bra-nya dan segera kuterkam gundukan gunung kembar di dadanya. Putingnya yang keras kukulum dan kujilati.
Terkadang kumisku kugesekan pada ujung putingnya. Mendapat serangan demikian ia merintih,

“ Oughhhh… Ughhhh… Ricky, ayo kita lakukan permainan sex ini, cepetan kontol kamu masukin sekarang… Oughhh… ” ucap diiringi dengan desahanya.

Lalu tangan natalia mulai menggenggam erat Penis saya dan mengarahkan ke lubang Vagina-nya. Beberapa kali kucoba untuk memasukannya tetapi sangat sulit. Sebenarnya sejak kujilati sedari tadi kurasakan Vagina-nya sudah basah oleh lendirnya dan ludahku, namun kini ketika saya mencoba untuk melakukan penetrasi kurasakan sulit sekali.

Penis saya sudah mulai mengendor lagi karena sudah beberapa kali belum juga menembus Vagina-nya. Saya ingat ada kondom di laci meja, masih tersisa 1 setelah 2 lagi saya pakai tadi malam, barangkali dengan memanfaatkan permukaan kondom yang licin lebih mudah melakukan penetrasi. Namun saat itu saya ragu untuk mengambilnya.

Karena pada saat itu natalia kelihatan sudah di puncak nafsunya dan dia tidak memberikan sinyal untuk memakai kondom. Kukocokkan Penis saya sebentar untuk mengencangkannya. Kubuka pahanya selebar-lebarnya. Kuarahkan Penis saya kembali ke liang Vagina natalia, lalu…

“ Rick… Ssss… cepat masukkan kontol kamu Rick.. Aghhhh… ,” desahnya.

Saat itu kepala Penis saya sudah melewati bibir Vagina-nya. Kudorong sangat pelan. Vagina-nya sangat sempit. Entah apa yang menyebabkannya, padahal dia sudah punya anak dan menurut ceritanya Penis suaminya satu setengah kali lebih besar dari Penis saya. Saat itu saya berpikir bagaimana caranya agar Penis suaminya bisa menembus Vagina-nya.

Mulailah Penis saya kumaju mundurkan dengan perlahan untuk membuka jalan nikmat ini. Beberapa kali kemudian Penis saya seluruhnya sudah menembus liang Vagina-nya. Saya merasa dengan kondisi Vagina-nya yang sangat sempit maka dalam ronde pertama ini saya akan kalah kalau saya mengambil posisi di atas. Mungkin kalau ronde kedua saya dapat bertahan lebih lama.

Akan kuambil cara lain agar saya tidak jebol duluan. Kugulingkan tubuhnya dan kubiarkan dia menindihku. natalia bergerak naik turun menimba kenikmatannya. Saya mengimbanginya tanpa mengencangkan ototku, hanya sesekali kuberikan kontraksi sekedar bertahan saja supaya Penis saya tidak mengecil. natalia merebahkan tubuhnya, merapat didada saya.

Kukulum Buah dada-nya dengan keras dan kumainkan putingnya dengan lidahku. Ia mendengus-dengus dan bergerak liar untuk merasakan kenikmatan. Gerakannya menjadi kombinasi naik turun, berputar dan maju mundur. Luar biasa Vagina wanita Arab ini, dalam kondisi saya dibawahpun saya harus berjuang keras agar tidak kalah. Untuk mempertahankan diri kubuat agar pikiranku menjadi rileks dan tidak berfokus pada permainan ini.

Kira-kira saat itu sudah 10 menit berlalu sejak penetrasi. Nampaknya natalia sudah ingin mengakhiri babak pertama ini. Karena saat itu dia memandang saya, kemudian mencium leher dan telinga saya,

“ Oughhh… Ricky, kamu luar biasa. Dulu dalam ronde pertama biasanya suamiku akan kalah, namun kami masih bertahan ”, ucapnya memuji saya.

“ Sssss… Aghhh… Tahan dulu Rick ya, aghhhh… sebentar lagi… aku… Aghhhhhh… ”
Dia tidak melanjutkan kalimatnya. Saya tahu kini saatnya beraksi, lalu mulailah kukencangkan otot Penis saya dan gerakan tubuh natalia-pun semakin liar. Saya-pun mengimbangi dengan genjotan Penis saya dari bawah. Ketika dia bergerak naik, pantatku kuturunkan dan ketika dia menekan pantatnya ke bawah Saya-pun menyambutnya dengan mengangkat pantatku.

Kepalanya bergerak kesana kemari diiringi dengan rambutnya yang hitam lebat acak-acakan. Sprei yang saat itu sudah terlepas dan tergulung di sudut ranjang, dan bantal di atas ranjang semuanya sudah jatuh ke lantai. Keadaan diatas ranjang seperti kapal yang pecah dihempas badai. Ranjangpun ikut bergoyang mengikuti gerakan kami. Suaranya berderak-derak seakan hendak patah.

Saya-pun semakin mempercepat genjotanku dari bawah agar iapun segera berlabuh di dermaga kenikmatan, Tidak lama kemudian,

“ Oughhhh… Yeahhhh… Ssss… Aghhh… ”, natalia mendesah.

Punggungnya melengkung ke atas, mulutnya menggigit putingku. Kurasakan desiran kenikmatan mendesak lubang Penis saya. Saya tidak tahan lagi. Ketika pantatnya menekan ke bawah, kupeluk pinggangnya dan kuangkat pantat saya, dan,
“ Oughhh… ak…u tidak tahan lagi natalia… Aghhh…. A..a.. aku … Oughhh…”, desah saya.

Saat itu natalia memberontak dari pelukanku sampai peganganku pada pinggulnya terlepas. pantatnya naik dan segera diturunkan lagi dengan cepat,

“ Rick… Oughhh… Ricky… Aku juga tidak tahan lagi…. Aghhhh… ” desah natalia.

Kemudian kaki natalia mengunci Kaki saya dan tubuhnya mengejang kuat. dengan kaki saling mengait saya menahan gerak tubuhnya yang mengejang. Giginya menggigit lenganku sampai terasa sakit. Denyutan dari dinding Vagina-nya saling berbalasan dengan denyutan di Penis saya. Beberapa detik kemudian, kami masih merasakan sisa-sisa kenikmatan.

Ketika sisa-sisa denyutan masih terjadi tubuhnya menggetar, dia berbaring diatas dada saya sampai akhirnya Penis saya mulai mengecil dan terlepas dengan sendirinya dari Vagina-nya. Sebagian air mani mengalir keluar dari Vagina-nya di atas perutku. natalia berguling ke samping setelah menarik napas panjang,

“ Luar biasa kamu kau Rick, Suamiku tidak pernah menang dalam ronde pertama, memang dalam berhubungan dia sering mengambil posisi di atas. Namun kamu sanggup membawa aku terbang ke angkasa,” ucapnya sambil mengelus dada saya.

“ Saya-pun rasanya hampir tidak sanggup menandingimu. Mungkin sebagian besar laki-laki akan menyerah di atas ranjang kalau harus bermain denganmu. Milikmu benar-benar sempit,” ucap saya balas memujinya.

Memang kalau tadi saya harus bermain diatas, rasanya tak sampai sepuluh menit saya pasti sudah KO. Makanya, jangan cuma penetrasi terus main genjot saja, teknik,

“ Kamu orang Melayu pribumi, tapi kok bulunya banyak gini. Keturunan India atau mungkin Arab ya? ”, tanya saya.

“ Nggak ah, asli Indonesia lho…”, jawabnya.

Dia masih terus memujiku beberapa kali lagi. Kuajak ia mandi bersama dan setelah itu kami duduk di teras sambil minum soft drink dan melihat laut. Saya hanya mengenakan celana pendek tanpa celana dalam dam kaus tanpa lengan. Dia mengenakan kemeja saya, sementara bagian bawah tubuhnya hanya ditutup dengan selimut yang dililitkan tanpa mengenakan pakaian dalam.
Saat itu natalia duduk membelakangiku, posisi tubuhnya disandarkan di bahu saya. Saat itu bibir saya sesekali mencium rambut dan belakang telinganya. Kadang mulutnya mencari mulutku dan kusambut dengan ciuman ringan. Tangan kanannya melingkar di kepala saya,

“ Kamu nggak takut hamil melakukan hal ini denganku ? ”, tanya saya.

“ Saya dulu pernah kerja di apotik, jadi saya tahu pasti cara mengatasinya. Saya selalu siap sedia, siapa tahu terjadi hal yang diinginkan seperti sore ini. Saya sudah makan obat waktu masuk ke kamar mandi tadi. Tenang saja, toh kalaupun hamil bukan kamu yang menanggung akibatnya.” ucapnya enteng.

Jadi dia selalu membawa obat anti hamil. Untung saja saya tadi tidak berlsaya konyol dengan memakai kondom. Mungkin saja sejak ditinggal suaminya dia sudah beberapa kali bercinta dengan laki-laki. Tapi apa urusanku, saya sendiri juga melakukannya. yang penting malam ini ia menjadi teman tidurku. Matahari sudah jauh condong ke Barat, sehingga tidak terasa panas.

Saat iut hampir satu jam kami duduk menikmati sunset. Gairahku mulai timbul lagi. Kubuka dua kancing teratas bajunya. Kurapatkan Penis saya yang sudah mulai ingin bermain lagi ke pinggangnya. Kususupkan tanganku kebalik bajunya dan kuremas buah dadanya,

“ Eughhhhh…” lenguhnya.

“ Masuk yuk, sudah mulai gelap. Anginnya juga mulai kencang dan dingin,” ucap saya.

Kamipun masuk ke dalam kamar sambil berpelukan. Sekilas kulihat tatapan iri dan kagum dari tamu hotel di kamar yang berseberangan dengan kamar saya,

“ natalia, aku mau lagi baby… ”, ucap saya.

Lalu saat itu kami-pun bersama-sama merapikan sprei dan bantal yang berhamburan akibat pertempuran babak pertama tadi. Kubuka bajunya dan kutarik selimut yang menutup bagian bawah tubuhnya. Kurebahkan natalia di ranjang. Kubuka kausku dan saya berdiri di sisi ranjang di dekat kepalanya. natalia mengerti maksudku. Didekatkan kepalanya ke tubuh saya dan ditariknya celana pendekku.

Sebentar kemudian mulut dan lidahnya sudah beraksi dengan lincahnya di selangkanganku. Saya mengusap-usap tubuhnya mulai dari bahu, dada sampai ke pinggulnya. Penis saya-pun tak lama sudah menegang dan keras, siap untuk kembali mendayung sampan. Sekitar 6 menit dia beraksi. Setelah itu kutarik kepalanya dan kuposisikan kakinya menjuntai ke lantai.

Kubuka mini bar dan kuambil beberapa potong es batu di dalam gelas. Kujepit es batu tadi dengan bibirku dan saya berjongkok di depan kakinya. Kurenggangkan kedua kakinya lalu dengan jariku bibir Vagina-nya kubuka. Bibirku segera menyorongkan es batu ke dalam Vagina-nya yang merah merekah. Ia terkejut merasakan perlakuan saya. Kaki dan tubuhnya sedikit meronta, namun kutahan dengan tanganku,

“ Oughhh… Ricky… Kamu… Freak… Jangan Rick… Cukup Rick… Aghhh…” ucapnya denga sedikit berteriak.

Saat itu saya tidak menghiraukan teriakannya dan terus melanjutkan aksiku. Rupanya sensasi dingin dari es batu di dalam Vagina-nya membuatnya sangat terangsang. Kujilati air dari es batu yang mencair dan mulai bercampur dengan lendir Vagina-nya,

“ Ricky… kamu bener-bener Maniak… Oughhhh….”, Lenguhnya setiap kali potongan es batu kutempelkan ke bagian dalam bibir Vagina dan Clitoris-nya.

Kadang es batu kupegang dengan jariku menggantikan bibirku yang tetap menjilati seluruh bagian Vagina-nya. Kakinya masih meronta, namun ia sendiri mulai menikmati aksiku. Kulihat ke atas ia menggigit ujung bantal dengan kuat untuk menahan perasaannya. Akhirnya semua potongan es batu yang kuambil habis. Saya masih meneruskan stimulasi dengan cara cunilingus ini.

Meskipun untuk ronde kedua saya yakin bisa bertahan lebih lama, namun untuk berjaga-jaga akan kuransang dia sampai mendekati puncaknya. yang pasti saya tak mau kalah ketika bermain dengannya. Kurang lebih sepuluh menit saya melakukannya. Dia terhentak dan mengejang sesaat ketika Clitoris-nya kugaruk dan kemudian kujepit dengan jariku. Kulepas dan kujepit lagi.

Dia merengek-rengek agar saya menghentikan aksiku dan segera melakukan penetrasi, namun saya masih ingin menikmati dan memberikan foreplay dalam waktu yang agak lama. Beberapa saat saya masih dalam posisi itu. tangan kanannya memegang kepala saya dan menekannya ke celah pahanya. Tangan kirinya meremas-remas Buah dada-nya sendiri.

Saya duduk di dadanya. Kini ia yang membrikan kenikmatan pada Penis saya melalui lidah dan mulutnya. Dikulumnya Penis saya dalam-dalam dan diisapnya lembut. Giginya juga ikut memberikan tekanan pada batang Penis saya. Dilepaskannya Penis saya dan kini dijepitnya dengan kedua Buah dada-nya sambil diremas-remas dengan gundukan kedua dagingnya itu.

Kugerakkan pinggulku maju mundur sehingga Penis saya-pun bergesekan dengan kulit kedua Buah dada-nya. Saya merubah posisi saya dengan menindihnya berhadapan, kemudian mulutku bermain disekitar Buah dada-nya. natalia kelihatan tidak sabar lagi dan dengan sebuah gerakan tangannya sudah memegang dan mengocok Penis saya dengan menggesekannya pada bibir Vagina-nya.

Tanganku mengusap gundukan Buah dada-nya dan meremas dengan pelan dan hati-hati. Ia menggelinjang. Mulutku menyusuri leher dan bahunya kemudian bibirnya yang sudah setengah terbuka segera menyambut bibirku. kami segera berciuman dengan ganas sampai terengah-engah. Penis saya yang sudah mengeras mulai mencari sasarannya. Kuremas pantatnya yang padat dan kuangkat pantatku,

“ Ricky… Ayo… Masukk… Kan !!!” ucapnya.

Tangannya menggenggam Penis saya dan mengarahkan ke dalam guanya yang sudah basah. Saya mengikuti saja. Kali ini ia yang mengambil iSaniatif untuk membuka lebar-lebar kedua kakinya. Dengan perlahan dan hati-hati kucoba memasukan Penis saya kedalam liang Vagina-nya. Masih sulit juga untuk menembus bibir Vagina-nya. tangannya kemudian membuka bibir Vagina-nya dan dengan bantuan tanganku maka kuarahkan Penis saya ke Vagina natalia.

Begitu melewati bibir Vagina-nya, maka kurasakan lagi sebuah liang yang sempit. Perlahan-lahan dengan gerakan maju mundur dan memutar maka beberapa saat kemudian Penis saya sudah menerobos kedalam liang Vagina-nya. Saya bergerak naik turun dengan perlahan sambil menunggu agar pelumasan pada Vagina-nya lebih banyak.

Ketika kurasakan Vagina-nya sudah lebih licin, maka kutingkatkan tempo gerakanku. natalia masih bergerak pelan, bahkan cenderung diam dan menungguku untuk melanjutkan serangan berikutnya. Kupercepat gerakanku dan natalia bergerak melawan arah gerakanku untuk menghasilkan sensasi kenikmatan. Saya menurunkan irama permainan. Kini ia yang bergerak liar.

Tangannya memeluk leherku dan bibirnya melumat bibirku dengan ganas. Saya memeluk punggungnya kemudian mengencangkan Penis saya dan menggenjotnya lagi dengan cepat. Kubisikkan untuk berganti posisi menjadi doggy style. Dia mendorong tubuh saya agar dapat berbaring tengkurap. Pantatnya dinaikkan sedikit dan tangannya terjulur kebelakang menggenggam Penis saya dan segera menyusupkannya kedalam Vagina-nya.

Lalu saya mulai menggenjot lagi Vagina-nya dengan menggerakkan pantatku maju mundur dan berputar. Kurebahkan tubuhku di atasnya. kami berciuman dengan posisi sama-sama tengkurap, sementara Vagina kami masih terus bertaut dan melakukan aksi kegiatannya. Saya menusuk Vagina-nya dengan gerakan cepat berulang kali. Iapun mendesah sambil meremas sprei.

Saya berdiri di atas lututku dan kutarik pinggangnya. Kini ia berada dalam posisi nungging dengan pantat yang disorongkan ke Penis saya. Setelah hampir sepuluh menit permainan kami yang kedua ini, natalia semakin keras berteriak dan sebentar-bentar mengejang. Vagina-nya terasa semakin lembab dan hangat. Kuhentikan genjotanku dan kucabut Penis saya.

natalia berbalik terlentang dan sebentar kemudian saya naik ke atas tubuhnya dan kembali menggenjot Vagina-nya. Kusedot putingnya dan kugigit bahunya. Kutarik rambutnya sampai mendongak dan segera kujelajahi daerah sekitar leher sampai telinganya. Ia semakin mendesah dan mengerang dengan keras. Ketika ia mengerang cukup keras, maka segera kututup bibirnya dengan bibirku.

Saat itu natalia menyambut bibirku dengan ciuman yang panas. Lidahnya menyusup ke mulutku dan menggelitik langit-langit mulutku. Saya menyedot lidahnya dengan satu sedotan kuat, melepaskannya dan kini lidahku yang masuk ke dalam rongga mulutnya. kami berguling sampai natalia berada di atasku. natalia menekankan pantatnya dan Penis saya-pun semakin dalam masuk ke liang kenikmatannya,

“ Oughhh… natalia,” desahku setengah berteriak.

natalia bergerak naik turun dan memutar. Perlahan-lahan kugerakkan pinggulku. Karena gerakan memutar dari pinggulnya, maka Penis saya seperti disedot sebuah pusaran. natalia mulai mempercepat gerakannya, dan kusambut dengan irama yang sama. Kini ia yang menarik rambutku sampai kepala saya mendongak dan segera mencium dan menjilati leherku.

Hidungnya yang mancung khas Timur Tengah kadang digesekkannya di leherku memberikan suatu sensasi tersendiri. natalia bergerak sehingga kaki kami saling menjepit. kaki kirinya kujepit dengan Kaki saya dan demikian juga kaki kiriku dijepit dengan kedua kakinya. dalam posisi ini ditambah dengan gerakan pantatnya terasa nikmat sekali. Kepalanya direbahkan didada saya dan bibirnya mengecup putingku.
Kuangkat kepalanya, kucium dan kuremas Buah dada-nya yang menggantung. Setelah kujilati dan kukecup lehernya kulepaskan tarikan pada rambutnya dan kepalanya turun kembali kemudian bibirnya mencari-cari bibirku. Kusambut mulutnya dengan satu ciuman yang dalam dan lama. natalia kemudian mengatur gerakannya dengan irama lamban dan cepat berselang-seling.

Pantatnya diturunkan sampai menekan paha saya sehingga Penis saya masuk terbenam dalam-dalam menyentuh rahimnya. kakinya bergerak agar lepas dari jepitanku dan kini kedua Kaki saya dijepit dengan kedua kakinya. natalia menegakkan tubuhnya sehingga ia dalam posisi duduk setengah jongkok di atas selangkanganku. Dia kemudian menggerakan pantatnya maju mundur.

Sembari menekan kebawah, sehingga Penis saya tertelan dan bergerak ke arah perutku. Rasanya seperti diurut dan dijepit sebuah benda yang lembut namun kuat. Semakin lama semakin cepat ia menggerakkan pantatnya, namun tidak menghentak-hentak. darah yang mengalir ke Penis saya kurasakan semakin cepat dan mulai ada desiran yang merambat disekujur tubuh saya,

“ Oughhh… Sssss… Aghhhhh!”, desahan natalia semakin liar.

Saya tahu sekarang bahwa iapun akan segera mengakhiri pertarungan ini dan menggapai puncak kenikmatan,

“ Tahan Honey, slow down aja, aku masih ingin lebih lama lagi merasakan nikmatnya bercinta denganmu ”, ucap saya.

Saya menggeserkan tubuh saya ke atas sehingga kepala saya menggantung di bibir ranjang. Dia segera mengecup dan menciumi leherku. Tak ketinggalan hidungnya kembali ikut berperan menggesek kulit leherku. Saya sangat suka sekali ketika hidungnya bersentuhan dengan kulit leherku,

“ Ricky… Oughhh… aku udah nggk tahan lagi … Aghhhh… ”, desahnya.

Saat itu saya meggelengkan kepala saya memberi isyarat untuk bertahan sebentar lagi.
Saya bangkit dan duduk memangku natalia. Penis saya kukeraskan dengan menahan napas dan mengencangkan otot Penis. Saat itu dia semakin cepat menggerakkan pantatnya maju mundur sementara bibirnya ganas melumat bibirku dan tangannya memeluk leherku.

Tanganku memeluk pinggangnya dan membantu mempercepat gerakan maju mundurnya. Dilepaskan tangannya dari leherku dan tubuhnya direbahkan ke belakang. Kini saya yang harus bergerak aktif. Kulipat kedua lututku dan kutahan tubuhnya di bawah pinggangnya. Gerakanku kuatur dengan irama cepat namun Penis saya hanya setengahnya saja yang masuk sampai beberapa hitungan dan kemudian sesekali kutusukkan Penis saya sampai mentok. Dia merintih-rintih, namun karena posisi tubuhnya ia tidak dapat bergerak dengan bebas.

Kini saya-pun sepenuhnya yang mengendalikan permainan, ia hanya dapat pasrah dan menikmati. Kutarik tubuhnya dan kembali kurebahkan tubuhnya ke atas tubuh saya, matanya melotot dan bola matanya memutih. Giginya menggigit bahu saya, lalu saya menggulingkan tubuh saya, kini saya berada diatasnya kembali. Lalu saya mengangkat kaki kanannya ke atas bahu kiriku.

Kemudian saya menarik tubuhnya sehingga selangkangannya dalam posisi menggantung merapat ke tubuh saya. Kaki kirinya kujepit di bawah ketiak kanan saya. Dengan posisi duduk melipat lutut saya menggenjotnya dengan perlahan beberapa kali dan kemudian saya hentakkan dengan keras. Saat itu natalia berteriak dengan keras setiap saya menggenjotnya dengan keras dan cepat.

Kepalanya bergerak-gerak dan matanya seperti mau menangis. Kukembalikan kakinya pada posisi semula. Saya masih ingin memperpanjang permainan untuk satu posisi lagi. Kaki saya keluar dari jepitannya dan ganti kujepit kedua kakinya dengan Kaki saya. Vagina-nya semakin terasa keras menjepit Penis saya. Saya bergerak naik turun dengan perlahan untuk mengulur waktu.

Saat itu natalia terlihat sudah tidak sabar lagi. Matanya terpejam dengan mulut setengah terbuka yang terus merintih dan mengerang. Gerakan naik turun, Dan saya percepat dan semakin lama semakin cepat. Kini kurasakan desakan kuat yang akan segera menjebol keluar lewat lubang Penis saya. Kukira sudah lebih dari setengah jam lamanya kami bergumul.

Saya-pun sudah puas dengan berbagai posisi dan variasi. Keringatku sudah berbaur dengan keringatnya. Kurapatkan tubuh saya di atas tubuhnya, kulepaskan jepitan Kaki saya. Betisnya kini menjepit pinggangku dengan kuat. Kubisikan, “ Ssss… aghhhh… ini saatnya Honey… Aghhh…”, ucap saya.

natalia-pun melenguh kecil ketika pantatku menekan kuat ke bawah. Dinding Vagina-nya berdenyut kuat menghisap Penis saya. Ia menyambut gerakan pantatku dengan menaikan pinggulnya. Bibirnya menciumku dengan ciuman ganas dan kemudian sebuah gigitan hinggap pada bahu saya. Satu desiran yang sangat kuat sudah sampai di ujung lubang Penis saya.
Saya menahan tekanan Penis saya ke dalam Vagina-nya. Gelombang-gelombang kenikmatan terwujud lewat denyutan dalam Vagina-nya bergantian dengan denyutan pada Penis saya seakan-akan saling meremas dan balas mendesak. Denyut demi denyutan, teriakan demi teriakan dan akhirnya kami bersama-sama mendapatkan orgasme kami, sesaat kemudian setelah mengeluarkan teriakan keras dan panjang, lalu kami,

“ natalia… Oughhh… ”, desah saya.

“ SSs… Aghhhhh… Ayo keluarin Rick… Oughhhhh… ”, ucap natalia.

Pada akhirnya desiran yang tertahan sejak tadipun memancar dengan deras di dalam Vagina-nya. Kutekan Penis saya semakin dalam di Vagina-nya. Tubuhnya mengejang dan pantatnya naik. Ia mempererat jepitan kakinya dan pelukan tangannya. Kupeluk tubuhnya erat-erat dan tangannya menekan kepala saya di atas dadanya. Ketika dinding Vagina-nya berdenyut, maka kubalas dengan gerakan otot Penis saya.

natalia-pun kembali mengejang dan bergetar setiap otot Penis saya saya gerakkan.
Napas dan kata-kata penuh kenikmatan terdengar putus-putus, dan dengan sebuah tarikan napas panjang saya terkulai lemas di atas tubuhnya. kami masih saling mengecup bibir dan keadaan kamarpun menjadi sunyi, tidak ada suara sedikitpun. Saat itu hanya ada nafas yang panjang tersengal yang berangsur-angsur berubah menjadi teratur.

Tidak lama setelah itu kemudian kami berdua sudah bermain dengan busa sabun di kamar mandi. Kami saling menyabuni dengan sesekali melakukan cumbuan ringan. Setelah mandi barulah kami merasa lapar setelah dua ronde kami lalui. Sambil makan natalia menelpon keluarganya, kalau malam ini dia tidak pulang dengan alasan menginap di rumah temannya.

Tentu saja dia tidak bilang kalau temannya adalah seorang laki-laki bernama Ricky.
Malam itu dan malam berikutnya tentu saja tidak kami lewatkan dengan sia-sia. Mandi keringat, mandi kucing, mandi basah dan tentunya mandi kenikmatan menjadi acara kami berdua. Pada keesokan harinya setelah mengecek ke agen Merpati ternyata saya masih mendapat seat penerbangan ke kota propinsi, seat terakhir lagi.

Ketika chek out dari hotel kusisipkan selembar 100 ribuan ke tangan satpam , dan satpam itu tersenyum,

“ Terima kasih Pak,” ucapnya sambil menyambut tasku dan membawakan ke mobil.
“ Kapan kesini lagi, Pak? kalau natalia nggak ada, nanti akan saya carikan natalia yang lainnya lagi,” bisiknya ketika sudah berangkat ke bandara.

Ketika itu natalia mengantar saya sampai ke bandara dan sebelum turun dari mobil kuberikan kecupan mesra di bibirnya. Supir mobil hotel hanya tersenyum melihat tingkah kami. Singkat cerita 1 tahun kemudian saya kembali lagi ke kota itu dan ternyata natalia tidak berada di kota itu lagi.

Ketika kutelfon ke nomor yang diberikannya sudah tidak aktif lagi. Tapi yasudahlah mungkin saat itu adalah kenangan wiasata sex yang paling terindah bagi saya bersama natalia. Cukup sekian cerita sex saya, Thanks natalia. Semoga saya bisa bertemu kembali dan bisa bernostalgia sex lagi dengan kamu.

Saturday, January 27, 2018

Desahan Enak




Cerita Dewasa - Sambil menunggu jam kuliah aku dgn Linda ngobrol-ngobrol di kantin kampus karena masih sejamman perkuliahan kami di mulai, waktu sdh menunjukan jam 1 siang pastinya kantin sangat ramai dgn mahasiswa lainya, kami lama mengobrol tiba-tiba aku di kejutkan dgn tepukan tangannya ke pundakku.

“Hai aku gabung yah!” resek banget nih orang bikin jantungan saja dlm hatiku”

Ternyata si Roni cowok playboy yg minggu kemarin aku ngesex denganya.

“Penuh apa alasanmu aja biar bisa deketin kita, heh?” goda Linda padanya
“Iya nih, dasarrr, tuh disana kan banyak yg kosong, husss…husss…!!!” kataku dgn nada bercanda
“Maunya sih gitu, cuman kalau aku duduk disana takutnya ada yg merhatiin, jadi mendingan aku deketin sekalian” kelakarnya denga gaya khas seorang playboy
“Iiihhh ga tau malu banget, jijay Loe!” sambil kucbit tanganya.

Akhirnya kami bertiga menikmati makan dan ngobrol bersama. Harus kuakui Roni memang jagonya berkomnukiasi dgn seorang wanita dan menarik perhatian mereka. Daalam 4 sekawan geng ku saja dia sdh pernah ngesex dgn 3 diantaranya (termasuk aku), tinggal si Mayg yg belum dia rasakan.

“Kalian kuliahnya masuk jam berapa sih??” tanyanya
“Sy sih jam tiga nanti, pulang tanggung” jawabku.
“Kalau sy sih bentar lagi jam 1 masuk, BT deh jadwalnya Bu Dinah dosen killer itu” jawab Linda sambil mengelap mulutnya dgn tisu.
“Haiii Ci.. hai Linda!” sapa Mayg yg tiba-tiba nongol dan langsung duduk di sebelah Ratna.

Hari itu Mayg tampil beda dgn rambutnya yg panjang itu dicat coklat sehingga nampak seperti cewek indo. Dia terlihat begitu menawan dgn baju pink yg bahunya terbuka dipadu celana panjang putih.

Kuperkenalkan Roni pada Mayg, berbeda dgn kami bertiga yg dari fakultas yg sama, Sastra Inggris, Mayg berasal dari Fakultas Ekonomi sehingga dia belum mengenal Roni. Begitu kenal dgn Mayg, Roni langsung beraksi dgn kata-kata gombalnya. Dgn sifat Mayg yg supel ramah itu mereka cepat akrab dan omongannya nyambung.

“Dasar buaya darat,” begitu gumamku dlm hati.

Tak lama kemudian handpone Linda berdering lalu dia pun berpamitan karena ada janji mau mengerjakan tugas kelompok di perpustakaan dgn temanya. Jadi sekarang tinggalah kami bertiga.

“Sambil nunggu enaknya kita ngapain yah, bosen kan disini terus?” kata Mayg setelah menghabiskan makanan dan minumnya.

Ternyata dia sedang menunggu kuliah jam 3 juga.

“Ke tempat kost sy gimana? Sy sih sdh kelar nggak ada apa-apa lagi,” usul Roni.

Kami pun mengiyakan ajakan Roni daripada menunggu 2 jam lebih di kampus, di tempat kostnya kan banyak film jadi bisa nonton dulu. Setelah membayar kami bertiga langsung berjalan ke gerbang samping kampus yg menuju tempat kostnya.

Setelah 10 menit berjalan akhirnya kita tiba di tempat kost Roni. Kostnya besar dan bagus, terdiri dari 2 lantai dgn kamar mandi di kamar masing-masing. Penghuninya campur cowok cewek, tp menurut Roni penghuninya banyak ceweknya. makanya dia betah banget tinggal di sini.

“Selamat datang di istanaku, sori yah agak berantakan,” dia membukakan pintu dan mempersilahkan kami masuk ke dlm kamarnya di lantai dua. Ini bukan pertama kalinya aku ke sini, aku bahkan pernah ‘ngesex’ disini saat one night stand denganya.

Pada tembok kamarnya terpasang beberapa poster mobil klasik, juga ada sebuah poster anime Naruto. Foto pacarnya yg kuliah di luar negeri dipajang diatas meja belajarnya yg sedikit berantakan.

Kami ngobrol-ngobrol sambil menikmati makanan ringan hingga akhirnya obrolan kami mulai memanas dan menjurus ke masalah sex. Roni tanpa basa-basi menawarkan nonton film xxx koleksinya, dipilihnya salah satu CD xxx Jepang kesukaanya.

Kami bertiga hening menatp layar komputer seakan terhanyut dlm adegan seorang wanita yg di gangbang oleh beberapa pria, pejuh pria-pria itu berhamburan membasahi si wanita.

Darahku berdesir serasa memanas dan selangkanganku mulai basah. Mayg di sebelahku juga mulai tak tenang, dia terlihat menggesek-gesekkan kedua pahanya. Dan, si Roni.. oh dia meremas-remas tangan Mayg, dia juga mulai berani mengelus lengannya.

Melihat reaksi Mayg yg malu-malu dan sdh horny berat, Roni pun semakin bergairah dan semakin berani mendekatkan mulutnya ke pundak Mayg yg terbuka. Mayg menggelinjang kecil merasakan hembusan nafas Roni pada leher dan pundaknya

Karena sdh horny berat, ditambah lagi Roni dan Mayg mulai beraksi, akupun tdk malu-malu lagi mengekspresikan gairahku pada Mayg yg duduk disebelahku. Tanganku merayap lewat bagian bawah bajunya dan terus menyelinap ke balik bh-nya.

Aku dapat merasakan puting susunya semakin mengeras ketikika kupilin-pilin dgn jariku. Bibirku salaing perpagutan dgnya, lidah kami saling beradu dan bertukar ludah dgnya. Sementara Roni pun mulai menciumi leher dan pundaknya, disibakkan rambut itu lalu di hembusnya harum tubuhnya sebelum ciumanya berlanjut ke belakang kuping dan lehernya.

Mayg pun mulai medesis menikmati perlakuan ini, tangannya mulai bergerak meraih batang kontol Roni yg masih tertutup celananya, diraba-rabanya batang yg sdh tegang dan mengeras itu dari luar. Ciuman Roni menurun lagi ke bahu Mayg sambil menurunkan pakaian dgn bahu terbuka itu secara perlahan-lahan, suatu cara profesional dan erotis dlm menelanjangi seorang wanita.

Aku pun juga ikut menurunkan pakaian Mayg dari sebelah kiri sehingga pakaian itu sekarang menggantung di perutnya. Dgn cekatan Roni menurunkan cup BH kanannya dan langsung melumat toketnya dgn rakus.

Mayg mendesis merasakan toketnya dilumat oleh Roni. Aku sekarang melucuti pakaianku sendiri hingga bugil lalu mendekati Roni yg sdh merebahkan tubuh Mayg di kasurnya. Kupeluk pinggangnya dari belakang dan melepaskan sabuknya disusul kancing dan resleting celananya.

Roni berhenti sejenak untuk membiarkanku melucuti dirinya, disaat yg sama Mayg juga melepasi pakaiannya. Kini kami bertiga sdh dala keadaan bugil. Kami menyuruh Roni rebahan di kasur agar bisa memainkan batang kontolnya. Kontol yg sdh tegang kukulum kukocok dan kujilati, lalu kumasukkan ke mulutku.

Bersama dgn Mayg, kami bergantian melayani batang kontol Roni dgn jilatan dan kuluman. Mayg melakukan aktivitasnya dgn terngkurap diatas tubuh Roni dgn kata lain mereka dlm posisi 69, jadi Roni bisa menikmati memek Mayg sementara kami berdua menikmati batang kontolnya.

Roni sangat menikmati memek Mayg, hal ini nampak dari cara dia menjilat dan menyedot liang memek itu, terkadang suara hisapannya terdengar jelas sehingga membuat Mayg mengerang keenakan. Beberapa menit kemudian Mayg mengerang lebih panjang dan suara seruput Roni terdengar lebih jelas, ternyata Mayg sdh mencapai orgasme pertama.

Roni merubah posisi, Mayg disuruh telungkup di kasur dan bokongnya diangkat menungging, Roni sendiri mengambil posisi di belakangnya dan mengarahkan batang kontolnya ke lubang memek Mayg. Mayg merintih sambil mencengkram sprei menikmati batang kontol Roni melesak masuk membelah bibir memek bawahnya.

Ketika batang kontol itu masuk sebagian, Roni meyodokkan pinggulnya dgn bertenaga sehingga batang kontolnya amblas seluruhnya dlm lubang memek Mayg. Tubuhnya tersentak dgn mata membelalak diikuti dgn erangan nikmatnya.

Roni mengocok Mayg dgn gerakan-gerakan yg erotis sehingga Mayg tdk sanggup berkata apa-apa selain mengap-mengap keenakan. Kedua tangannya menjelajahi toket Mayg yg berukuran sedang tp padat, kedua putingnya dipilin-pilin. Aku sendiri yg tdk tahan hanya melihat mengambil posisi berselonjor di depan Mayg, kedua pahaku kubuka lebar dan kudekatkan ke wajah Mayg.

“May.. jilatin punya sy yah.. nggak tahan nih!”

Mayg mulai menjilati paha dan memekku, lidahnya menari-nari menggelitik itilku yg sdh menegang sementara tangannya meraih toketku dan mencubit-cubit puting susuku. Lidah Mayg memberi rangsangan tak terkira pada memekku sehingga aku tak tahan untuk tak mendesah.

Desahan kami pun terdengar memenuhi kamar ini. Kami merubah posisi menjadi woman on top, Mayg bergoyang di atas kontol Roni dan aku naik ke wajah Roni berhadapan dgn Mayg, kini memekku dilayani oleh Roni dgn lidahnya.

Sambil terus bergoyang aku berciuman dgn Mayg, aku kembali menikmati lidah sesama jenisku, kami bercipokan sambil mengeluarkan desahan-desahan tertahan. Ciuman Mayg terus turun ke leherku hingga berhenti di toketku kananku, sebuah gigitan kecil disertai hisapan pada daerah itu membuatku menggelinjang, disusul tangan Roni menjulur dari bawah meremas yg kiri.

Oooohhhhhhhh.. sepertinya bagian sensitifku diserang semua, lidah Roni yg dikeraskan itu menusuk masuk lebih dlm dan bergoyang menggelitik dinding memekku, tangannya yg satu meremas dan sesekali menepuk bokongku yg bulat dan sekal.

Aku pun semakin erat mendekap Mayg sambil satu tanganku meremas toketnya. Tak lama kemudian aku merasa sesuatu yg mendesak keluar dari bawah sana, Ooohhhhh.. aku tak sanggup lagi menahan cairan kenikmatan yg mulai membasahi memekku. Hal yg sama juga dialami Mayg tak lama kemudian, dia melepas kulumanya pada puting susuku, nafasnya makin memburu dan dia menaik-turunkan tubuhnya dgn lebih cepat.

Tubuh kami berdua bergetar hebat dan erangan klimaks keluar dari mulut kami. Roni menusuk-nusukkan jarinya ke memekku membuat cairan itu makin membanjir dan tubuhku makin tak terkendali, aku mendesah panjang tanpa mempedulikan rasa sakit dari kuku Mayg yg mencengkram lenganku.

Dgn rakus cairan kenikmatanku diseruput Roni, memek Mayg juga mengeluarkan banyak cairan sehingga menimbulkan bunyi kecipak air. Goyangan kami mulai mereda, kami berpelukan menikmati sisa-sisa orgasme barusan, kami menghimpun nafas kami yg kacau balau, keringat seperti embun membasahi dahi dan tubuh kami.

Akhirnya kurebahkan diriku ke samping dan Mayg jatuh di dekapan Roni. Roni menoleh ke samping bertatapan muka dgnku lalu mengembangkan senyum, nampak mulutnya masih basah oleh cairan kenikmatanku. Hebat juga dia, bisa membuat 2 wanita klimaks dlm waktu hampir bersamaan, begitu pujiku dlm hati.

“Gimana girls, ready for next round? Sy belum nyampe nih,” katanya sambil mengelus rambut Mayg.
“Hhh.. kamu berdua aja dulu deh, sy ngumpulin tenaga dulu. Heh sialan kamu May, pakai cakar-cakaran segala sakit tahu, nih!” omelku memperlihatkan bekas cakaran di lengan kiriku yg sedikit berdarah sambil mencubit lengannya.
“Hehehehehe.. sory ya Ci, tadi kan kita lagi lupa daratan, yg penting kan enjoy juga,” jawabnya santai sambil tersenyum kecil.

Tak lama kemudian Roni sdh membalikkan tubuh Mayg menjadi telentang dibawahnya, lalu kembali batang kontolnya dimasukkan ke lubang memek Mayg diiringi desahannya.

Ranjang ini sdh mulai bergoyang lagi oleh goyangan tubuh mereka. Sambil mengocok Roni meraih toketku dan meremas lembut sebagai sinyal mengajakku segera bergabung.

“Bentar yah, sy mau minum dulu nih, haus bagnet,” kataku sambil beranjak berdiri dan mengambil sebuah gelas, aku membuka kran dispenser yg terletak di dekat jendela untuk mengisi air.

Ketika sedang meneguk air tiba-tiba aku samar-samar mendengar suara kresek-kresek di balik pintu. Kutajamkan pendengaranku dan melihat ada seperti bayangan di celah bawah pintu, pasti seseorang mengintip kami pikirku.

Aku tadinya bermaksud untuk memberitahu mereka, tp sebaiknya kuselidiki sendiri karena mereka sedang sibuk berpacu dgn nafsu sampai tdk begitu menghiraukanku. Kusingkap sedikit tirai jendela untuk melihat siapa di luar sana, ada seseorang pria sedang menempelkan telinganya pada pintu, dia juga berusaha mencari-cari celah untuk mengintip, tp wajahnya tdk jelas.

Dlm pikiranku terbesit sebaiknya kuajak saja dia untuk meramaikan, mumpung aku dari tadi belum dimasuki batang kontol karena Roni sedang asyik ngenot Mayg. Maka sebelumnya aku melihat dulu sekeliling apa ada orang lain lagi selain dia, letak kamar ini cukup strategis agak ujung dan jauh dari keramaian.

Setelah yakin tdk ada siapapun lagi selain pengintip ini kuberanikan diri membuka pintu mengejutkannya. Perlahan kubuka pintu kamar dan.. hiya.. orang itu terdorong masuk karena sedang menyandarkan tubuhnya pada pintu, dgn cepat pintu kembali kututup. Orang itu benar-benar kaget, bingung, dan terangsang melihat sekelilingnya bugil dan ada yg ngentot pula.

Roni dan Mayg yg sedang berasyik-masyuk kontan ikut kaget, Mayg menyambar guling untuk menutupi tubuh bugilnya dan berteriak kecil. Belakangan aku tahu dia adalah kacung di kost ini, namanya Dadan, umurnya masih 17 tahun, anaknya tinggi kurus dan berkulit sawo matang.

Tadinya dia cuma mau memebetulkan pipa air yg bocor yg kebetulan harus lewat kamar ini, ketika itulah dia mendengar suara-suara aneh dan terpancing untuk mendengar dan mengintipnya. Dia langsung tertunduk-tunduk minta maaf berulang kali karena dimarahi Roni yg merasa terganggu olehnya.

Namun ketika Roni merenggut kerah baju pemuda itu dan hendak memukulnya buru-buru aku mencegah dan menenangkan si Roni yg bertemperamen tinggi.

“Ehh.. sdh-sdh, dia kan ga sengaja tadi, kita juga yg salah terlalu keras suaranya.. sdh kamu sana aja terusin pestanya sama Mayg, biar dia, sy yg urus, lagian di sini kurang cowoknya,” bujukku mengedipkan sebelah mata pada Roni.

Kuelus dada Roni dan berusaha menenangkannya, setelah kubujuk-bujuk akhirnya Roni mundur juga.

“Tenang, kamu terusin aja, biar sy urus yg ini”

Akupun tersenyum padanya mencoba mengajak bicara sambil memegangi kedua lengannya, kurasakan tubuhnya masih agak gemetar dan tertunduk, entah karena tegang, takut, atau malu.

“Nama kamu Dadan ya?” tanyaku dan dijawab dgn anggukan kepalanya.
“kamu tadi sdh ngeliat apa aja Dan?” tanyaku lebih lanjut
“Belum ngeliat apa-apa kok Mbak, sumpah.. sy cuma denger suara-suara terus sy cari tahu” jawabnya terbata-bata
“Terus kamu tahu apa yg kita lakuin barusan itu?” dijawab lagi dgn anggukan kepala.
“Kamu pernah ngerasain gituan sebelumnya?”
“Belum pernah Mbak, paling cuma nonton di VCD sambil onani”
“Ya sdh Dan, berhubung kamu sdh disini gimana kalau Mbak ajarin kamu soal gituan,” aku tersenyum lagi dan mengangkat wajahnya yg tertunduk, walaupun gugup tp matanya terus ke arah tubuhku yg polos, sebentar-sebentar juga melihat ke arah Mayg.
“Sini Mbak lepasin bajunya, biar lebih enak, ayo.. jangan malu-malu disini semua telanjang kok!” kulucuti pakaiannya tanpa menunggu responnya, dia masih malu-malu menutupi kontolnya dgn tangan.

Kusingkirkan tangannya dan kugenggam batang kontol yg masih setengah tegang itu, aku berlutut di depannya dan mulai menjilati batang kontol itu, kemasukkan bagian kepala kontolnya ke mulutku dan kukulum pelan.

Aku melirik ke atas melihat reaksi wajahnya dgn mata merem-melek dan menelan ludah memperhatikan aku mengulum batang kontolnya. Makin kukocok benda itu terasa makin keras dan bertambah besar, memang ga jumbo ukuranya sih, namanya juga ABG, tp kerasnya lumayan.

“Emmmhhhh.. Mbak.. geli Mbak!” erangnya gemetaran.
“sdh jangan bawel, dikasih enak-enakan malah cerewet, nanti juga ketagihan kok” jawabku.

Tiba-tiba terdengarlah suara musik heavy metal mengalun di kamar ini, sambil terus menyepong kulirikkan bola mataku ke arah suara itu. Ternyata si Roni memutar MP3 di komputernya dan menyetel volume suaranya untuk meredam suara kami.

Kemudian mereka yg tadinya melongo memperhatikanku mengerjai anak muda sdh mulai lagi dgn kesibukan mereka. Kini Roni menaikkan kedua tungkai Mayg ke bahunya dan kembali melesakkan batang kontolnya ke lubang memeknya.

Setelah beberapa kumainkan batang kontolnya dlm mulutku, kontol itu mulai berkedut-kedut, pemiliknya juga mendesah makin tak karuan. Akupun semakin dlm menelan batang kontol itu hingga menyentuh daging lunak di tenggorokanku.

“Mbak.. Aaaahhhhh.. nikmat banget Mbak.. ooohhhhh!” desahnya panjang bersamaan dgn pejuhnya yg ngecret di dlm mulutku.

Pipiku sampai kempot mengulum dan menelan cairan kenikmatan itu dgn nikmat, tak setetes pun tertinggal. Kemudian akupun bangkit berdiri sambil tetap menggenggam batang kontolnya yg masih tegak tp agak berkurang tegangnya.

“Gimana Dan, pernah diginiin ga sama cewek sebelumnya, rasanya gimana?” tanyaku dgn senyum nakal.
“Baru kali ini di giniin Mbak.. he-eh emang nikmat banget,” katanya masih dgn nafas terengah-engah.
“Ini baru permulaan Dan, masih banyak yg lebih nikmat kok, yuk sini deh!” kataku seraya menaikkan bokong ke meja belajar dan mengangkangkan kedua belah paha mulusku.

Kubimbing batang kontolnya ke arah lubang memekku yg terkuak lebar, setelah tepat sasaran kusuruh dia menggerakkan pinggulnya ke depan. Blheesssss.. terbenamlah batang kontol itu ke dlm lubang memekku diiringi desahan nikmat kami.

Tanpa kuajari lagi dia mulai myodok-nyodokkan batang kontolnya ke memekku, sodokannya walaupun terasa makin mantap tp rasanya masih ada yg kurang yaitu dia tdk memberi rangsangan pada bagian sensitifku lainnya, maklumlah namanya juga perjaka, masih amatiran.

Aku harus terus berinisiatif mengajarinya, maka kutarik kepalanya mendekati toketku yg membusung, kusuruh dia mengulumnya sepuas hati. Barulah dia mulai berani menjilati dan mengulum toketku, bahkan tangan satunya kini aktif meremas-remas toketku yg lain.

Cerita sex terbaru, Entah karena terlalu nafsu atau kelepasan dia gigit puting susuku yg kanan dgn keras, sampai aku menjerit.

“Aahhhkkkk.. Dan sakit, jangan keras-keras dong!”

Di seberang sana Mayg sdh dibuat orgasme entah yg keberapa kalinya. Tak sampai 5 menit berikutnya Roni pun mendesah panjang mencapai klimaksnya, dia mencabut batang kontolnya dari lubang memek Mayg dan menumpahkan isinya diatas perut rata Mayg.

Merekapun roboh bersebelahan, Mayg mengusap-ngusapkan pejuh itu ke tubuhnya dan menjilati sisa-sisanya di jari. Dadan masih terus menyodokku dari depan, gairahku makin memuncak saja, memekku terasa makin panas akibat gesekan dgn kontolnya, suara erangan kami terlarut bersama dgn dentuman musik rock dari komputer.

Cerita dewasa threesome, Bosan dgn posisi ini, dia memintaku ganti gaya. Sekarang kami melakukannya dgn gaya berdiri, aku berpegangan pada tepi meja sambil disodok dari belakang, dgn posisi demikian tangannya lebih bebas menggeraygi toketku yg bergantung, puting susuku dipilin-pilin terkadang agak kasar sampai benda itu mencuat tegang.

“Dan.. cepetin dong.. Mbak sdh mau nyampe nih..!!” aku mengerang lirih saat kurasakan klimaks sdh diambang.
“Aaaaahhhh.. ooohhhhh.. sy juga.. kok rasanya tambah.. nikmat Mbak” sahutnya dgn menambah sodokkanya.
“Keluarin di.. dlm aja.. jangan cabut kontol kamu.. oohhh” kataku dgn suara bergetar.

Kamipun mencapai orgasme bersama, tubuhku bergetar hebat, aku menjerit seolah mengiringi lagu di komputer, kepalaku terangkat dan mataku merem-melek.

Si Dadan juga mengerang nikmat merasakan orgasme pertamanya bersama seorang wanita. Pejuhnya menyembur banyak sekali di dlm rahimku, pejuh itu juga membasahi daerah selangkanganku serta sebagian meleleh turun ke pahaku.

Tubuhku lemas jatuh terduduk di kursi terdekat. Kubentangkan lebar pahaku agar bagian itu mendapat angin segar, soalnya rasanya panas banget setelah begitu lama bergesekan. lubang memekku nampak menganga dan sisa-sisa pejuh masih menetes sehingga membasahi kursi di bawahnya.

“Mbak sy mau lgi donk, abis memek Mbak nikmat banget sih, sekali lagi yah Mbak!” pintanya sambil menggenggam batang kontolnya yg masih tegang mengeras itu di dekat wajahku.
“Iyah, tp bentar yah, Mbak istirahat dulu,” jawabku sambil mengusap keringat di wajahku dgn tisu.

Kulihat Roni bangkit dan mendekatiku, batang kontolnya sdh dlm posisi siap tempur lagi setelah cukup istirahat.

Dia mengelus rambutku dan meraih tanganku untuk digenggamkan pada batang kontolnya.

“Yuk, Ci.. sambil kumpulin tenaga, kasih senjata gua amunisi dulu dong!” pintanya.

Akupun menjilat mengulum batang kontol itu. Melihat si Dadan yg melongo aku pun menarik tangannya menyuruh berdiri di sisi kananku. Maka dihadapanku sekarang mengacunglah dua batang kontol yg saling berhadapan dan masing-masing kugenggam dgn kedua tanganku. Kugerakkan tangaku mengocok keduanya, mulutku juga turut melayani silih berganti.

Merasa cukup dgn pemanasan, Roni menyuruhku berhenti, dan menyuruhku berdiri dulu, lalu dia duduki kursi itu baru menyuruhku duduk lagi di pangkuannya. Dgn agak kasar dia menyuruh Dadan menyingkir

“Heh, minggir loe.. kali ini giliran gua tahu, jangan ganggu lagi!”
“Eeeh.. sdh jangan galak ah, gitu-gitu juga dia kan yg bantu-bantu kamu orang di sini” sahutku mengelus lengan Roni.

“Dan kamu minta Mbak yg itu aja buat ngajarin kamu,” lanjutku,
“May mau ajarin dia bentar kan, masih pemula nih.”

Sekarang Dadan tdk segrogi saat pertama main dgnku, dia menindih tubuh Mayg yg masih terbaring. Mayg mengajarinya teknik berciuman, nampaknya Dadan cepat dlm mempelajari teknik-teknik bercinta yg kami ajarkan, sebentar saja dia sdh nampak beradu lidah dgn panasnya bersama Mayg.

Tangannya juga kini lebih aktif menjelajahi tubuh Mayg memberi rangsangan. Mayg yg gairahnya sdh bangkit lagi merespon dgn tak kalah hebat. Dia berguling ke samping sehingga dia kini di atas Dadan.

Lidahnya tetap bermain-main dgn lidah lawannya sementara tangan lembutnya meraih batang kontol pemuda tanggung itu serta mengocoknya, Dadan mengerang tak karuan menghadapi keliaran Mayg. Mayg membimbing batang kontol itu memasuki lubang memeknya, dgn posisi berlutut dia turunkan tubuhnya hingga batang kontol itu melesak masuk ke dlm memeknya.

Kemudian mulailah dia menaik-turunkan tubuhnya dgn gencar membuat pemuda tanggung itu gelagapan. Kedua tangan Dadan meremas kedua toket Mayg dgn penuh nafsu.

Di tempat lain aku sedang asyik menggoyangkan tubuhku di pangkuan Roni. Mememkku dihujam kontolnya yg sekeras batu itu. Otot-otot memekku serasa berkontraksi makin cepat memijati miliknya.

Tangannya yg mendekapku dari belakang terus saja menggeraygi toketku. Kutengokkan wajahku agar bisa berciuman denganya, lidah kami saling melumat dan beradu dgn panasnya.

Tak lama kemudian mulutnya merambat ke kupingku, dengusan nafasnya dan jilatannya membuatku merinding dan makin terbakar birahi. Bibirnya terus mengembara ke tenguk, leher, dan pundakku.

Tanpa terasa goyangan tubuh kami semakin liar sampai kursinya ikut bergoyang, kalau saja bahannya jelek mungkin sdh patah tuh kursi. Posisi ini berlangsung hampir 20 menit lamanya karena kami begitu terhanyut menikmatinya. Selama itu terdengar dua SMS yg masuk ke hp ku namun tak kuhiraukan agar tak merusak suasana.

Akhirnya akupun tak bisa menahan orgasmeku, tubuhku kembali bergetar dahsyat, pandanganku serasa berkunang-kunang. Mengetahui aku akan segera keluar, dia makin bergairah, tubuhku ditekan-tekan sehingga batang kontolnya menusuk lebih dlm, tangannya pun semakin kasar meremasi toketku.

“Oohhhkkkk..!” erangku bersamaan dgn lagu mp3 yg hampir berakhir.

Kugenggam erat lengan Roni dan menggigit bibir merasakan gelombang dahsyat itu melandaku. Aku merasakan cairan kenikmatan yg mengalir hangat pada selangkanganku. Akupun akhirnya bersandar lemas dlm dekapannya, batang kontolnya tetap menancap di memekku, nafas kami tersenggal-senggal dan keringatpun bercucuran dgn derasnya.

Kemudian dia angkat tubuhku hingga batang kontolnya keluar dari lubang memekku, tangan satunya menyelinap ke lipatan pahaku. Diangkatnya tubuhku dgn kedua lengan, aku menjerit kecil saat dia tiba-tiba menaikkanku ke lengannya karena kaget dan takut jatuh.

Dibawanya aku ke ranjang lalu diturunkan di sana, nafasku masih terengah-engah belum teratur sehingga nampak sekali dadaku turun naik seperti gunung mau meletus. Tepat disebelah kami Dadan sedang menindih tubuh bugil Mayg dgn gerak naik-turun yg cepat. Mayg hanya bisa menggelinjang dan mengerang nikmat, rambutnya sdh kusut tak karuan, matanya menatap kosong pada kami.

“Lagi yah Ci, dikit lagi tanggung gua belum nyampe nih,” pinta Roni sambil merenggangkan kedua pahaku.

Aku hanya terdiam dan pasrah saja mengikuti apa maunya. Dgn lancar batang kontolnya yg sdh basah dan licin itu meluncur ke dlm lubang memekku, aku mengerang dan mencengkram sprei saat dia hentakkan pinggulnya hingga seluruh batang kontolnya masuk.

Lagu dari komputer entah sdh berganti berapa kali, kali ini yg mengalun adalah lagu yg dipakai soundtrack film ‘Armageddon’. Lagu ini mengiringi pergumulan kami dlm babak ini.

Perkasa juga si Roni ini, dia masih sanggup menyodokku dgn kecepatan tinggi sampai tubuhku terguncang hebat, padahal sebelumnya dia sdh membuatku dan Mayg orgasme, kekuatannya jauh lebih meningkat dibanding ketika pertama kali one night stand dgnku setahun lalu. Aku menggenggam tangan Mayg dan bertatapan wajah denganya

“Sdh berapa kali May?” tanyaku bergetar
“Ga tahu.. sdh aahh.. keenakan.. ga ngitung .. lagi,” jawabnya dgn mata merem melek.

Aku makin tak terkontrol lagi, kepalaku kugelengkan ke kiri-kanan, sesekali aku menggigit jari saking enaknya sodokan Roni.

Dia mempermainkan birahiku dgn sengaja tdk menyentuh toketku membiarkannya bergoyang-goyang seirama badanku, sehingga aku sendiri yg berinisiatif meraih tangannya dan meletakkannya di toketku , barulah dia mulai memilin-milin putingku membuatku semakin terbakar. Akhirnya akupun sdh tdk kuat lagi, perasaan itu kuekspresikan dgn sebuah erangan panjang dan menarik sprei di bawahku hingga berantakan.

“Udah dulu donk, Ronn.. gua gimana bisa kuliah nanti!” pintaku dgn nafas terengah-engah.

Tubuhku basah kuyup seperti mandi saja, habis AC kamarnya lagi error sih, sementara ini cuma ada kipas angin berukuran sedang, sedangkan iklim di Jakarta tahu sendiri kan seperti apa gerahnya.

Paham dgn keadaanku, dia biarkan aku beristirahat, di ciumnya bibirku dgn halus disertai sedikit kata-kata manis dan pujian, setelah itu dia beralih ke Mayg untuk menuntaskan hajatnya yg tinggal sedikit lagi. Kuusap dahiku yg bercucuran keringat lalu kulirikkan jam tangan, setengah jam lagi jam tiga, harus segera siap-siap kembali ke kampus.

Mayg yg sedang dlm posisi dogie digarap dari dua arah oleh mereka. Dadan yg menyodoknya dari belakang akhirnya klimaks, dia mengeluarkan kontolnya dan menyemburkan pejuhnya di punggung dan pantat Mayg.

Si Roni yg sedang ngentot mulut Mayg juga tak lama kemudian menyusul, dia mengerang sambil menahan kepala Mayg pada kontolnya. Mayg sendiri hanya bisa mengerang tertahan dan matanya merem melek menerima semburan pejuh Roni, nampak cairan putih itu meleleh sedikit di pinggir bibir mungilnya.

Roni ambruk di sisiku dgn memeluk Mayg yg menyandarkan kepalanya ke dada bidangnya, si Dadan terduduk lemas di bawah ranjang. Setelah staminaku mulai stabil, perlahan aku bangkit menuju kamar mandi dgn langkah gontai. Disana aku mencuci muka, dan membersihkan ceceran pejuh di tubuhku dgn air. Mayg masuk ketika aku sedang duduk di toilet buang air kecil.

“Huh.. ngagetin aja kamu, rambut kusut acak-acakan kaya kuntilanak gitu lagi!” ujarku.
“Kuntilanak bajunya putih woi, nggak telanjang gini,” jawabnya asal, lalu menyalakan kran wastafel.

Setelah selesai mebersihkan diri, kami memakai kembali pakaian kami untuk kembali kuliah. Saat itu jam sdh menunjukkan hampir jam tiga, maka itu kami agak terburu-buru sampai aku melupakan hp ku sehingga pulang kuliah aku harus balik lagi ke sini untuk mengambilnya.

Kamipun bergegas kembali ke kampus dgn berlari-lari kecil, mana ruang kuliahku di lantai 3 lagi, aku sampai ke kelas terlambat 5 menit, untung belum melebihi toleransi keterlambatan. Di kelas pun aku tdk bisa fokus karena selain masih lelah, dosennya, Pak Iwan ngomongnya juga slow motion, bikin ngantuk saja sehingga beberapa kali aku menguap. Temanku di sebelah bahkan bertanya

“Baru bangun tidur kamu Ci? Kok kusut gitu”-cerita pesta sex- karena make up ku memang agak luntur waktu cuci muka tadi.
“Iyah nih masih ngantuk tadi di tempat kost temen belum cukup tidurnya,” jawabku tersenyum dipaksa.

Sangat Lelah sekali hari itu sehingga begitu sampai di rumah aku langsung tidur dan bangun jam 7 malam, baru mandi untuk bersiap-siap menunggu jemputan Verna dan lainnya untuk nge-dugem di salah satu tempat favorit kami.